Berita Lokal PekanbaruNews

Kebun Sawit Warga Terbakar, PT SLS Bantu Padamkan Api di Pelalawan

Oleh : Ore Kantari
Metropekabaru.com, PELALAWAN-Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang mulai merebak di beberapa lokasi juga terjadi di Desa Pangkalan Tampoi, Kecamatan Kerumutan, Pelalawan, Riau. Lahan masyarakat itu terbakar, dan asap kebakaran terlihat melalui menara pantau tim pengendalian kebakaran PT Sari Lembah Subur (SLS). Perusahaan perkebunan kelapa sawit Grup Astra Agro ini berjarak sekitar 4 km dari titik lokasi.
“Kami segera bergerak dan menerjunkan tim untuk membantu masyarakat memadamkan api,” kata Yudita Roby Castomo, Fire Protection PT SLS.
“Pertama kali kami berusaha memadamkan titik api dan mengisolasi agar dampak kebakaran tidak meluas,” lanjutnya. Langkah ini sangat diperlukan, menurut Yudita, karena situasi di lapangan angin bertiup kencang sehingga api mudah menyebar.
Tim pengendali api dari PT SLS dengan peralatan lengkap untuk pemadaman lahan bekerja sama dengan Masyarakat Peduli Api (MPA), aparat kepolisian dan Manggala Agni yang merupakan organisasi yang disiapkan untuk mengantipasi dan mengatasi karhutla.
“Pemadaman masih berlangsung. Semoga cepat selesai,” kata Yudita yang sudah hadir di lokasi kebakaran lahan milik masyarakat sejak kebakaran itu terjadi, Rabu, 31 Juli lalu.
Selain membangun tim yang siap sedia, menurutnya, beberapa bulan sebelum kemarau membuka peluang terjadinya kebakaran lahan, sejumlah langkah juga telah dilakukan dalam rangka mengantisipasi, mencegah maupun mengendalikan bahaya karhutla.
Diantaranya, PT SLS menggelar pelatihan untuk para personel, mempersiapkan seluruh peralatan pemadaman agar dalam kondisi yang siap pakai (ready to use), serta pemeriksaan dan penyediaan sumber-sumber air.
Sejak tahun 2015 perusahaan juga telah membentuk organisasi di tingkat masyarakat yang disebut dengan Masyarakat Peduli Api (MPA). Di PT SLS ada 6 MPA, yang masing-masing bertugas menjaga bahaya karhutla di Desa Pangkalan Tampoi, Desa Tanjung Kuyo, Kelurahan Kerumutan, Desa Mak Teduh, Desa Pangkalan Kulim serta tahun 2018 ditambah dengan kelompok nelayan peduli lingkungan Lubuk Bungkuk.
Beberapa bulan sebelumnya bahkan perusahaan menyebar pesan massal melalui sms (broadcast message). Dengan menggandeng provider telepon seluluer PT SLS menekankan perlunya masyarakat waspada dan turut membantu terjadinya kebakaran hutan dan lahan.
Tags

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close