Berita Lokal PekanbaruNews

Karimunjawa (1) : Ini Pulau Indah Tapi Bahaya

Oleh : Djoko Su’ud Sukahar

Indah tapi berbahaya. Itu Pulau Karimunjawa yang juga dikenal sebagai Pulau Harta Karun. Untuk itu kapal-kapal yang melewati daerah ini pada malam hari diminta lebih baik memilih untuk menjauhi daratan daripada kapalnya terdampar di karang-karang yang tajam.

Metropekanbaru.com, JEPARA-Kepulauan Karimunjawa merupakan satu wilayah Kecamatan Karimunjawa (KJ)  masuk Kabupaten Jepara, Propinsi Jawa Tengah. Untuk mencapai kepulauan ini memerlukan waktu sekitar 5 jam dari Pelabuhan Jepara dengan menggunakan KMP Muria atau sekitar 6-7 jam dengan kapal kecil (kapal nelayan).

KMP Muria sebagai kapal penyebarangan Jepara – Karimunjawa melakukan pelayaran dua kali seminggu, Rabu dan Sabtu setiap pukul 09.00 WIB. Atau mencarter pesawat udara karena di Pulau Kemojan terdapat landasan pesawat terbang.

Kepulauan KJ terdiri dari 28 pulau dengan Pulau Karimunjawa sebagai induk dan pusat kegiatan masyarakat. Sejak beberapa tahun lalu Pulau Kemojan sudah menjadi satu dengan pulau KJ karena telah dibangun jembatan yang menghubungkan kedua pulau itu.

Baca Juga  Sudah 200 Ribu di Makkah, Ini Daftar 52 Jamaah yang Wafat

Secara berurutan dari sebelah barat adalah Pulau Katak, Nyamuk, Kembar, Kumbang, Parang, Ketel, Kerakal Besar, Kerakal Kecil, Bengkoang, Nyawaan, Cemara Besar, Cemara Kecil, Burung, Geleang, Menjangan Kecil, Menjangan Besar, Karimun Jawa, Kemojan, Sintok, Cendekian, Genting, Seruni, Sambangan, Gundul, Cilik, Tengah, dan Pulau Batu.

Dari jumlah tersebut hanya 5 pulau yang berpenghuni. Di antaranya Pulau KJ, Kemojan, Genting, Nyamuk, dan Pulau Parang. Diperkirakan jumlah penduduk di kepulauan tersebut sekitar 8 ribu jiwa.

Sekarang ini di Pulau Nyawaan sedang dibangun sarana wisata lengkap dengan penginapan super luks oleh Mr Luck dari Swedia. Untuk menyeberang ke KJ juga tidak bisa sembarang waktu. Apalagi jika musim angin barat dimana gelombang laut sangat besar yang tidak mungkin untuk dilayari.

Syahbandar Karimunjawa, Yusuf Pramono SH, mengatakan, bahwa seperti halnya wilayah lautan lain di laut Jawa juga berlaku musim angin. Ada musim angin yang bisa dilayari dan musim angin yang berbahaya untuk diseberangi.

Musim angin yang cukup teduh untuk dilayari adalah Angin Timur yaitu sekitar bulan Pebruari sampai Agustus. Pada kondisi alam ini tidak ada gelombang laut berbahaya dan cukup baik untuk dilayari.

Baca Juga  Konsorsium YMI Sukses Lakukan Mitigasi Perubahan Iklim di Kawasan Gambut Siak-Kampar

Musim lain yang tidak terlalu berbahaya adala musim angin pancaroba yaitu pada sekitar September-Oktober, dan gelombang laut sangat besar pada musim angin barat, sehingga sering kapal-kapal besar tidak berani turun laut.

Jika kondisi demikian maka tidak ada jalur yang menghubungkan Pulau Jawa dengan Karimun Jawa hingga waktu cukup lama. “Pernah satu bulan tidak ada kapal yang berani menyeberang,” ungkap Yusuf. jss

 

Tags

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close