NasionalNews

Kabut Asap Pekat Selimuti Palembang, BMKG: Ini Paling Ekstrem

Oleh: Eko P

Metropekanbaru.com, Palembang – Kabut asap kebakaran hutan dan lahan hampir terlupakan dengan hiruk pikuk kejadian terbaru di tanah air. Padahal, kabut asap masih menyiksa warga di berbagai daerah, seperti yang tampak di Palembang pagi ini.

Kota Empek-Empek ini dikepung kabut asap sejak malam kemarin hingga pagi ini. Kondisi udara memburuk dan bahkan terburuk menurut laporan BMKG setempat. “Iya ini paling ekstrem di tahun ini,” kata Kasi Observasi dan Informasi BMKG stasiun SMB II Palembang, Bambang Beny dalam keterangan tertulisnya, Senin (14/10).

Total total titik panas atau hotspot yang terpantau dengan tingkat kepercayaan di atas 80%, sebanyak 260 titik. Terbanyak di wilayah Ogan Komering Ilir 139 titik panas dan Musi Banyuasin 67 titik panas.

“Ini kondisi terekstrem selama berlangsungnya Karhutla dengan indikasi kuantitas dan jarak pandang,” katanya.

#ElSang #PalembangDaruratAsap@AcehSelatanSatu

Palembang jadi KOTA ASAP !!

Anak sekolah diliburkan!
Intruksi langsung kadin diknas Palembang

Gmn kota lain? Masih sibuk dg wiranto?

Embedded video

288 people are talking about this

Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Sumsel yang bersumber dari Satelit Lapan disebutkan jumlah titik panas pada Senin (14/10) mencapai 732 titik, dengan titik panas terbanyak di Kabupaten Ogan Komering Ilir yang berjumlah 437 titik. Sementara sebelumnya, pada Jumat, total berjumlah 417 titik.

Kondisi ini dikeluhkan oleh warga masyarakat yang hendak beraktifitas. “Saya terkejut, kenapa gelap ini. Kemarin-kemarin ada kabut asap, tapi tidak separah hari ini,” kata Amalia.

Lantaran kondisi tersebut, ia menunda waktu keberangkatan ke sekolah karena sebelumnya pernah mendapatkan informasi dari pihak sekolah jika ada kabut asap maka jadwal masuk kelas diundur dari pukul 07.00 WIB menjadi pukul 08.00 WIB.

Keluhan atas kondisi ini juga diungkapkan Tina. Ia yang berprofesi sebagai guru senam di sebuah tempat kebugaran menilai kondisi kabut asap hari ini menjadi yang terparah.

“Saya selalu ke luar rumah pukul 06.00 WIB karena ada jadwal senam, sempat terkejut juga karena jarak pandang hanya 10 meter. Sangat terasa, apalagi saya pakai sepeda motor,” kata dia.

Kabut asap di Kota Palembang semakin parah dalam sepekan terakhir akibat dampak kebakaran hutan dan lahan di sejumlah kabupaten.

Kepala Bidang Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Sumsel Ansori mengatakan titik panas terbanyak terpantau di Kabupaten Ogan Komering Ilir sehingga fokus pemadaman difokuskan di wilayah tersebut.

“Kami selalu lakukan waterbombing (pemadaman dari udara), setiap hari mengerahkan lima unit helikopter. Kebakaran di OKI ini memang sulit dipadamkan karena terjadi di kawasan gambut, dan akses darat yang terbatas. belum lagi jika terbakar, asapnya mengarah ke Palembang,” kata Ansori. (EP/Ant)

Tags

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close