Berita Lokal PekanbaruNewsNusantara

Kabupaten Bengkalis Raih Penghargaan Keterbukaan Informasi Publik di Riau

PEKANBARU – Undang-Undang Keterbukaan Informasi Publik nomor 14 tahun 2008 sudah 10 tahun dibuat. Namun masih belum semua lembaga pemerintah maupun instansi yang menerima uang seluruh atau sebagian dari negara yang benar-benar sudah mengimplementasikannya.

Untuk mendorong hal ini, Komisi Informasi Tiap tahun menggelar Anugerah Keterbukaan Informasi Badan Publik. Tahun ini di Provinsi Riau digelar Jumat, 21 Desember dan menghasilkan sejumlah pemenang dari 5 kategori.

Kategori pertama untuk kabupaten/kota di Riau, Pemerintah Kabupaten Bengkalis yang berhasil memenangkannya. Kabupaten ini menyisihkan empat nominator lainnya yakni Kabupaten Kampar, Rokan Hulu, Siak, dan Kota Pekanbaru. Menjadi pemenang tiga di sini adalah Kabupaten Rohul dan pemenang kedua Kampar.

Untuk kategori lainnya Organisasi Perangkat Daerah di lingkungan Pemerintah Provinsi Riau pemenangnya Dinas Perdagangan Koperasi dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah. Sedangkan yang kedua adalah dinas tenaga kerja dan transmigrasi dan pemenang ketiga dinas kesehatan. Dua lainnya hanya masuk nominasi yakni dinas sosial dan badan perencanaan dan pembangunan daerah.

Baca Juga  Razia di Tengah Kabut Asap, Ditlantas Polda Riau Bagikan Masker ke Pengendara

Kemudian kategori baran usaha milik daerah pemenangnya PT Pengembangan Investasi Riau, kedua Jamkrida dan ketiga PT Bumi Siak Pusako. satu lainnya PT Sarana Pembangunan Riau hanya masuk nominasi.

Lalu ada juga kategori partai dengan pemuncaknya adalah Partai Nasional Demokrat. Diikuti Partai Persatuan Pembangunan dan Partai Amanat Nasional. Dua lainnya masuk nominasi Partai Gerakan Indonesia Raya dan Partai Demokrat.

Selain itu juga ada kategori untuk perguruan tinggi yang nominasinya hanya dua yakni Universitas Riau dan Politeknik Kesehatan Pekanbaru. Pemenangnya adalah Universitas Riau.

Bupati Bengkalis, Amril Mukminin yang langsung hadir menerima penghargaan itu mengucapkan terimakasih dapat penghargaan. Menurutnya informasi tak hanya disampaikan saja, tapi harus juga memiliki tingkat kebenaran yang dipercaya.

“Ini bukan membuat kita terlena. Kita akan tingkatkan lagi keterbukaan informasi, capaian harus ditingkatkan, jangan sampai berhenti di sini,” katanya.

Komisioner KI Pusat yang hadir dalam acara itu, Cecep Suryadi mengatakan pemberian penghargaan ini rutin setiap tahunnya. Itu agar badan publik tetap terjaga staminanya dalam memberikan layanan informasi.

Baca Juga  Investor Asing Borong Saham BRI, Telkom dan Astra

“Juara 1 atau 2 agar dianggap bonus saja, hakikatnya bagaimana masyarakat bisa terlayani dalam hal informasi. Dan badan publik yang belum masuk nominasi jangan minder, jangan berkecil hati, kedepan masih ada kesempatan dan mulai hari ini tingkatkan kapasitas,” ujarnya.bayu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close