Berita Lokal PekanbaruNews

Kabag Ops Polresta Jayapura Dirawat di Rumah Sakit Terkena Lemparan Batu

Oleh: Achmad Syaiful

Metropekanbaru.com, JAYAPURA– Kepala Bagian Operasional Polres Jayapura Kota, Komisaris Nursalam Saka menjadi korban kerusuhan aksi unjuk rasa susulan protes rasisme mahasiswa Papua di Kota Jayapura, Kamis (29/8) kemarin.

Kepala Kepolisian Daerah (Polda) Papua, Inspektur Jenderal Polisi Rudolf Albert Rodja, saat dihubungi wartawan, Jumat (30/8) malam membenarkan kabar itu. ” Ada beberapa yang luka-luka, itu informasi yang saya terima terakhir. Kemudian Kabag Ops Polres Jayapura Kota juga dilempar oleh massa dan kini dirawat di Rumah Sakit,” kata Rodja.

Jenderal asal Nusa Tenggara Timur ini mengklaim belum menerima informasi terbaru soal berapa jumlah korban luka-luka akibat aksi anarkis pengunjuk rasa di Jayapura. “Saya belum terima kabar terbaru, tetapi nanti saya akan mencari informasi dari Kabid Dokkes Polda Papua maupun petugas yang sedang di lapangan,” tuturnya.

Selain jumlah korban, Rodja juga belum bisa memperkirakan jumlah kerugiaan materil akibat aksi anarkis massa pengunjuk rasa. Dia beralasan masih memfokuskan pada pengamanan aksi tersebut. ”Belum dihitung, kita masih fokus pengamanan dan kalau soal kerugiaan bukan dari kita yang menghitung,” aku Rodja.

Dia menyebut situasi terakhir di Jayapura dalam kondisi kondusif, meskipun masih ada beberapa masyarakat yang tidak puas dengan aksi anarkis massa dengan berjaga-jaga di area tempat tinggalnya.
“Sebenarnya aksi kemarin sudah kami kawal agar berjalan damai, namun ada pihak yang memprovokasi hingga menyebabkan massa bertindak anarkis dengan melakukan pembakaran fasilitas umum, rumah warga maupun tempat usaha warga,” bebernya.

Sebelumnya, ribuan massa menggelar aksi unjuk rasa susulan di Kota Jayapura. Aksi yang berlangsung pada Kamis (29/8) berlangsung rusuh. Puluhan bangunan, sepeda motor dan mobil ludes dibakar.

Pecahnya kerusuhan di Jayapura menyebabkan jaringan telekomunikasi seluler dan aliran listrik ke rumah pemukiman warga terputus. Kondisi ini menyebabkan situasi Kota Jayapura mencekam, bahkan aktivitas perkantoran dan perekonomian lumpuh.

Keseluruhan sebanyak 1.250 personel Brimob BKO dari Korps Brimob Polri, Brimob Kalimantan Tengah dan Brimob Kalimantan Timur terjun untuk mengamankan kamtibmas di Papua. Selain Brimob, 129 Marinir dan 200 dari Yonif 501 Kostrad juga telah diturunkan membantu pengamanan.

Tags

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close