Berita Lokal PekanbaruNasionalNews

Jelang Syamsuar Dilantik, 50 Jabatan Kosong

Oleh: Azhar Saputra |

Tanggal 19 Februari 2019 Syamsuar dilantik menjadi Gubernur Riau. Tapi sekarang, banyak jabatan yang dibiarkan kosong. Kenapa?

Metropekanbaru.com, PEKANBARU – Kosong melompong karena ditinggal penghuninya. Itu yang terjadi di lingkungan Provinsi Riau. Mulai dari staf berpangkat eselon IV hingga yang memegang jabatan cukup strategis seperti eselon II lowong.

Padahal, Gubernur terpilih, Syamsuar pada 19 Februari mendatang akan melanjutkan jalannya pemerintahan Riau untuk masa jabatan periode 2019-2024.

Sekretaris Daerah Provinsi Riau, Ahmad Hijazi mengatakan, meskipun kekosongan terjadi disana-sini, untuk jabatan staf sekelas eselon III-IV diisi langsung oleh staf yang setara atau yang memiliki pangkat berada dibawahnya.

“Untuk staf kami yang berpangkat eselon III-IV dapat langsung diangkat tanpa harus menunggu asesmen,” katanya, Sabtu, 2 Februari 2019.

Kekosongan ni mencapai angka 50 orang, karena ada staf yang meninggal dunia, pensiun serta mengundurkan diri pindah ke jabatan fungsional. Untuk hal ini didominasi staf yang akan pensiun mencapai 40 orang.

Sedangkan staf yang berpangkat eselon II, kekosongan terjadi pada jabatan Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan, Masperi karena pensiun, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Riau, Rahmad Rahim yang berpindah ke pejabat fungsional di Bappeda Riau.

Juga Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan, Drh. Askardiya R. Patrianov berpindah ke pejabat fungsional di Widyaiswara Utama, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Darmansyah yang pensiun menjadi staf ahli pembangunan dan infrastruktur, serta Dwi Agus Sumarno yang ditahan karena terlibat kasus korupsi diisi oleh staf lainnya.

Hijazi mengatan, penggantinya adalah staf yang berpangkat Pelaksana tugas (Plt). Alasannya menempatkan jabatan Plt karena Gubernur Riau definitif, Wan Thamrin Hasyim menginginkan dicari langsung oleh Syamsuar sendiri melalui asesmen.

Alasannya, mengingat singkatnya masa pelantikan jika harus terlebih dahulu dilakukan pengangkatan.

“Pak Gubernur berpesan, bahwa lebih baik pengangkatan menunggu Gubernur dilantik. Selain karena waktunya memang dekat, lebih afdol lagi yang¬† melakukannya adalah Gubernur terpilih. Jaraknya hanya 2-3 minggu lagi kan,”tutupnya. jss

Tags

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close