Berita Lokal PekanbaruNews

Jelang HUT RI di Nduga, Dua Prajurit TNI Tertembak

Oleh : Achmad Saiful

Metropekanbaru.com, NDUGA– Menjelang perayaan HUT ke-74 di Nduga, Papua,  Kelompok Separatis Bersenjata (KSB) kembali menebar teror. Mereka memberondong konvoi kendaraan pengangkut logistik Satuan Tugas Pengamanan Daerah Rawan (Pamrahwan).

Peristiwa itu terjadi saat konvoi Pamrahwan melintas di kilometer 39 Jalan Trans Wamena- Habema, Jumat (16/8), pukul 15.30 WIT. Dalam insiden itu, dua prajurit TNI dari Satuan Yonif Raider 751/VJS tertembak.

Keduanya sudah dievakuasi dan mendapat perawatan medis di RSUD Wamena. Mereka yakni Pratu Pànji tertembak pada bagian lengan kiri, sedangkan Pratu Sirwandi tertembak pada paha kiri.

Berdasarkan data yang dikeluarkan Penerangan Kodam XVII/Cenderawasih, penembakan itu  saat dua unit kendaraan Hilux hendak kembali usai mengantar perbekalan  personel Pos Pamrahwan TNI di Mbua, Kabupaten Nduga.

Saat melintas, konvoi mobil logistik ditembaki secara sporadis oleh Kelompok Separatis Bersenjata  yang diduga pimpinan Egianus Kogoya. Tembakan berasal dari dua arah, yaitu ketinggian dan lembah yang berada di kanan dan kiri jalan.

12 personel TNI yang bertugas mengawal konvoi langsung turun meninggalkan kendaraan dan bereaksi dengan membalas tembakan. Kontak tembak berlangsung selama kurang lebih 20 menit.

Baca Juga  Tragedi Titanic (1) : Ribuan Penumpang Tewas di Hari Keramat

Tembakan balasan dari para personel TNI membuat kelompok tersebut melarikan diri. Setelah medan berhasil dikuasai, 2 prajurit TNI dilaporkan menderita luka tembak. Saat ini keduanya telah dievakuasi dan mendapat perawatan medis di RSUD Wamena.

Pangdam XVII/Cenderawasih, Mayjen TNI Yosua Pandit Sembiring menyatakan telah memerintahkan seluruh personel pos-pos Satgas Pamrahwan meningkatkan kesiapsiagaan. Aparat diminta mengawasi jalan-jalan maupun medan yang kemungkinan dijadikan sebagai pelarian KSB.

Jenderal asal Medan ini pun mengklaim situasi telah kondusif pasca penembakan. Dia meminta prajurit TNI mewaspadai kemungkinan kelompok bersenjata memanfaatkan momentum peringatan HUT RI untuk melakukan aksi teror baik terhadap aparat keamanan maupun masyarakat.

“Masyarakat tidak perlu takut, kita telah berkoordinasi baik dengan Polda maupun Pemda setempat untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat,” tegas Yosua Pandit.  (Aza/Asi/INI Network)

Tags

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close