Berita Lokal PekanbaruInternasional

Iran-AS Tegang, Amerika ‘Persenjatai’ Tiga Negara Arab

Oleh : Djoko Su’ud Sukahar

Timur Tengah semakin tegang. Saling ancam antara Iran dan Amerika Serikat (AS) kian meruncing. Kini AS jual senjata ke Arab Saudi, Emirat Arab dan Yordania. Persenjatai mereka?

Metropekanbaru.com, WASHINGTON-Hubungan antara Iran dan Amerika Serikat memburuk. AS mengerahkan kapal induk ke kawasan Teluk Persia, yang dibalas Iran dengan ancaman, bahwa itu adalah target yang bisa diserang.

Kini AS menjual senjata senilai USD 8,1 miliar ke tiga negara Arab, yaitu Arab Saudi, Uni Emirat Arab dan Yordania. Penjualan itu diasumsikan sebagai benteng, untuk mencegah agresi Iran.

Menurut AFP, Sabtu (25/5/2019), penjualan senjata itu dilakukan tanpa persetujuan kongres. Langkah itu yang membuat sejumlah anggota parlemen AS mengkritik. Mereka khawatir senjata-senjata itu akan digunakan untuk menyerang Yaman.

Namun Menteri Luar Negeri AS, Mike Pompeo membantah. Menurutnya, penjualan (senjata) ini untuk mendukung AS dan mempertahankan diri.

“Ini akan mendukung pencegahan bangsa kita dan mempertahankan diri dari Republik Islam Iran,” katanya.

Penjualan senjata ini sebelumnya diumumkan Jumat (24/5) waktu setempat oleh senator Robert Menendez. Mereka khawatir senjata yang dijual itu akan berkontribusi pada krisis kemanusiaan di Yaman.

“Saya kecewa, tetapi tidak terkejut bahwa pemerintahan Trump telah gagal memprioritaskan kepentingan keamanan nasional jangka panjang kami, atau untuk membela hak asasi manusia. Sebaliknya memberikan bantuan kepada negara-negara otoriter seperti Arab Saudi,” ujar Menendez.

Dianne Feinstein, senator yang lain mengatakan, bahwa AS perlu mengendalikan perang di Yaman, bukan memberikan lebih banyak senjata ke Arab Saudi.

Sebab menurutnya, perang yang dipimpin Saudi di Yaman bukanlah keadaan darurat. “Itu adalah kejahatan terhadap kemanusiaan,” tambahnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, ketegangan yang terjadi antara AS dan Iran itu meningkat ketika AS mengerahkan kapal induk dan pesawat pengebom B-52 ke kawasan Teluk Persia.

Dan Departemen Pertahanan AS (Pentagon), Kamis (23/5) waktu setempat menyampaikan rencana mengirimkan hingga 10 ribu tentara ke Timur Tengah. Ini sebagai bagian dari upaya meningkatkan pertahanan terhadap kemungkinan ancaman Iran. afp/wp/jss

Tags

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close