NewsTekno

Instagram Akan Sembunyikan Fitur ‘Like’, Kenapa?

Tidak jarang, para milenial mengalami depresi karena ingin mendapat atensi dengan mengumpulkan banyak fitur suka. Terkait hal ini, pihak Instagram akan segera mulai menguji fitur baru, dimana mereka akan menyembunyikan “Like” di postingan para pengguna.

Seperti diberitakan Teen Vouge, Selasa (12/11) fitur ini diluncurkan oleh CEO Instagram, Adam Mosseri pada hari Jumat, (8/11), di festival WIRED25 San Francisco. Fitur “suka” yang tersembunyi adalah bagian dari misi Instagram yang lebih besar untuk menjadi “tempat paling aman di internet,”. Ini juga merupakan sebuah rencana yang mencakup strategi seperti filter komentar dan alat-alat lain yang terkait dengan kesehatan mental dan kesejahteraan pengguna instagram.

WIRED

@WIRED

WATCH: Instagram CEO Adam Mosseri announces that the platform will start hiding likes for US audiences starting next week. It’s the latest step in Instagram’s quest to become the safest place on the internet. https://wired.trib.al/Og0SACC 

Embedded video

815 people are talking about this

Instagram

@instagram

We’re currently running a test that hides the total number of likes and video views for some people in the following countries:

✅ Australia
✅ Brazil
✅ Canada
✅ Ireland
✅ Italy
✅ Japan
✅ New Zealand

View image on Twitter
32.1K people are talking about this

Mosseri mengindikasikan bahwa ia berharap fitur tersebut akan membantu pengguna Instagram yang lebih muda. “Ini tentang orang muda,” kata CEO di WIRED25. “Idenya adalah untuk mencoba ‘membuat depresi’ Instagram, menjadikannya kurang dari kompetisi dan memberi orang lebih banyak ruang untuk fokus dalam berhubungan dengan orang-orang yang mereka sukai, hal-hal yang menginspirasi mereka,” ujarnya.

Mosseri pun menuturkan, jika pihaknya telah bertemu dengan reaksi yang beragam di media sosial, dengan beberapa orang menunjukkan bahwa influencer mengandalkan bahwa jenis data untuk tujuan bisnis, dan bahkan non-influencer dapat menikmati “suka” karena alasan pribadi. Pembaruan ini sebelumnya telah diuji di negara-negara lain termasuk Kanada, Australia, dan Jepang. (PS)

Tags

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close