Berita Lokal PekanbaruKhazanahNews

Ini Peringatan Allah Pada Orang Berutang

Oleh: Nurcholis

Metropekanbaru.com – Dunia berubah dengan cepat. Dahulu, di awal 6000 SM, orang  mengandalkan barter (tukar menukar barang dengan barang) dalam berdagang. Di zaman modern, berubah menggunakan alat tukar uang dan mengharuskan penjual dan pembeli bertemu. Nah, belanja zaman now, sudah tidak memerlukan uang dan tidak harus bertemu. Cukup menggunakan kartu kredit atau disalurkan oleh perantara dalam perdagangan online.  Termasuk utang piutang dan pinjaman online.

Rasulullah ﷺ selalu mengingatkan umatnya agar jangan terlalu senang berutang. Karena, berutang memiliki tanggung jawab berat  baik di dunia maupun akhirat. Al-Quran satu-satunya agama di dunia yang merinci sangat detil urusan utang-piutang.

Rasulullah ﷺ bersabda:

مَنْ فَارَقَ الرُّوحُ الْجَسَدَ وَهُوَ بَرِىءٌ مِنْ ثَلاَثٍ دَخَلَ الْجَنَّةَ مِنَ الْكِبْرِ وَالْغُلُولِ وَالدَّيْنِ

“Barangsiapa yang rohnya berpisah dari jasadnya dalam keadaan terbebas dari tiga hal, niscaya masuk Surga: (pertama) bebas dari sombong, (kedua) dari khianat, dan (ketiga) dari tanggungan hutang.” (HR. Ibnu Majah, dan At-Tirmidzi)

Dari Abu Hurairah ra, bahwa Rasulullah ﷺ bersabda:

نَفْسُ الْمُؤْمِنِ مُعَلَّقَةٌ بِدَيْنِهِ حَتَّى يُقْضَى عَنْهُ

“Jiwa orang mukmin bergantung (tergadai) pada hutangnya hingga dilunasi.” (HR. Ibnu Majah dan At-Tirmidzi).

Dari Ibnu Umar ra bahwa Rasulullah ﷺ bersabda:

مَنْ مَاتَ وَعَلَيْهِ دِينَارٌ أَوْ دِرْهَمٌ قُضِىَ مِنْ حَسَنَاتِهِ لَيْسَ ثَمَّ دِينَارٌ وَلاَ دِرْهَمٌ

“Barangsiapa meninggal dunia dalam keadaan menanggung hutang satu Dinar atau satu Dirham, maka dibayarilah (dengan diambilkan) dari kebaikannya; karena di sana tidak ada lagi Dinar dan tidak (pula) Dirham.” (HR. Ibnu Majah)

”Jiwa seorang mukmin tergadai oleh utangnya hingga terbayar” (HR. Ahmad 2/440, Turmudzi No. 1078 dan Ibn Majah No. 2413).

Dalam sebuah riwayat disebutkan, Rasulullah ﷺ pernah menolak menshalati orang yang meninggal dunia karena masnih meninggalkan utang. Datang sahabat Abu Qatadah yang berjanji melunasi utang jenazah, dan beliau akhirnya bersedia menshalatinya (HR. Ahmad dan Hakim).

Diriwayatkan oleh Muslim,  dari Ibnu Abbas berkata Umar bin Khattab memberitahukan kepadaku berkata,

مَّا كَانَ يَوْمُ خَيْبَرَ أَقْبَلَ نَفَرٌ مِنْ صَحَابَةِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالُوا : فُلَانٌ شَهِيدٌ فُلَانٌ شَهِيدٌ ، حَتَّى مَرُّوا عَلَى رَجُلٍ فَقَالُوا فُلَانٌ شَهِيدٌ ، فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : ( كَلَّا ، إِنِّي رَأَيْتُهُ فِي النَّارِ فِي بُرْدَةٍ غَلَّهَا أَوْ عَبَاءَةٍ ) ، ثُمَّ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : ( يَا ابْنَ الْخَطَّابِ ! اذْهَبْ فَنَادِ فِي النَّاسِ أَنَّهُ لَا يَدْخُلُ الْجَنَّةَ إِلَّا الْمُؤْمِنُونَ ) قَالَ : فَخَرَجْتُ فَنَادَيْتُ : أَلَا إِنَّهُ لَا يَدْخُلُ الْجَنَّةَ إِلَّا الْمُؤْمِنُونَ ”

“Ketika waktu Perang Khoibar, sekelompok shahabat Nabi ﷺ menghadap dan mengatakan, “Fulan syahid, Fulan syahid.” Kemudian mereka melewati seseorang (yang terbunuh), maka mereka mengatakan ‘Orang ini syahid.’ Maka Rasulullah ﷺ bersabda, “Tidak, sesungguhnya saya melihat dia di Neraka karena selendang (burdah) atau baju penutup yang disembunyikan.” Kemudian Rasulullah ﷺ bersabda, “Wahai Ibnu Khattab! Keluarlah, dan sampaikan kepada orang-orang  bahwa tidak akan masuk Surga kecuali orang mukmin. Maka saya keluar dan menyeru,”Ketahuilah bahwa tidak ada yang masuk Surga kecuali mukmin.”

Diriwayatkan Muslim,  Abdullah bin Amr bin Ash mengatakan sesungguhnya Rasulullah ﷺ bersabda,

يُغْفَرُ لِلشَّهِيدِ كُلُّ ذَنْبٍ إِلَّا الدَّيْنَ

“Orang yang mati Syahid diampuni semua dosa, kecuali hutang.”

Yuk! Segera lunasi lunasi utang Anda sebelum Allah memanggil. Sebab tidak ada jaminan ahli waris Anda melunasi utang, yang menyebabkan Allah menagihnya di akhirat. (CK)

Tags

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close