Berita Lokal PekanbaruNews

Ini Penyebab Udara Kian Panas (2) : Matahari Tepat di Katulistiwa

Oleh : Djoko Su’ud Sukahar

Hari kulminasi atau disebut juga Ekinoks Matahari adalah hari ketika matahari tepat berada di wilayah katulistiwa. Saat seperti itu, yang terjadi pada hari-hari ini (17 Maret – 25 Maret), maka panas menyengat tak terhindarkan. Ini yang harus diwaspadai.

Metropekanbaru.com, PONTIANAK-Kendati panas menyengat itu tak se-ekstrem yang terjadi di Afrika dan India yang menelan banyak korban jiwa, namun warga perlu waspada. Caranya dengan mengkonsumsi air lebih banyak untuk mencegah terjadinya dehidrasi.

Selama satu tahun, matahari mengalami dua kali Ekinoks. Itu terjadi pada tanggal 21 Maret dan 23 September.

Ekinoks matahari merupakan akibat dari gerakan semu matahari.  Gerak semu memperlihatkan, bahwa matahari seolah-olah bergerak sepanjang tahun terhadap bumi dari arah utara menuju selatan.

Pada tanggal 21 Juni, matahari berada di belahan bumi utara  (23.5 derajat Lintang Utara). Sedang pada 23 September, matahari berada tepat di katulistiwa.

Pada tanggal 22 Desember, matahari berada di belahan bumi selatan (-23.5 derajat Lintang Selatan). Pada 21 Maret, matahari kembali berada di katulistiwa. Saat matahari berada di utara dan selatan (21 Juni dan 22 Desember) itulah yang disebut Solstis Matahari.

Bumi melakukan dua gerakan sekaligus. Berrotasi pada sumbunya dan berevolusi terhadap matahari. Sumbu rotasi bumi tidak tegak lurus terhadap revolusi, tapi memiliki kemiringan  23.5 derajat. Karena kemiringan ini, bagian bumi yang diterangi matahari berbeda beda selama setahun.

Dari Maret hingga September, lebih banyak menerangi bumi utara daripada selatan. Dari September hingga Maret terjadi sebaliknya. Jika fenomena ini dicermati dari bumi, maka terlihat seolah-olah  matahari bergerak dari utara ke selatan selama setengah tahun, lalu bergerak dari selatan ke utara pada setengah tahun berikutnya.

Gerakan semu ini juga berakibat pada terbentuknya empat musim di bumi, yaitu: gugur, dingin, semi, dan panas. Akibat Ekinoks Matahari pada saat terjadi Ekinoks, lama waktu antara siang dan malam sama (12 jam) di seluruh permukaan bumi.

Bagi yang hidup di katulistiwa, mungkin malam dan siang sama lamanya. Tapi tidak bagi orang yang tinggal di kawasan utara atau selatan.

Di musim dingin, orang Eropa merasakan malam lebih panjang dari siang. Sementara pada saat yang bersamaan, orang Australia merasakan siang yang lebih lama. Nah, pada saat Ekinoks inilah, orang di utara atau selatan merasakan rentang waktu siang dan malam yang sama.

Selain itu, Ekinoks juga digunakan sebagai penanda musim, terutama bagi mereka yang tinggal di utara dan selatan. Contohnya, di kawasan utara, 21 Maret (Vernal Euinox) adalah penanda awal musim semi, sementara 23 September (Autumnal Equinox)  merupakan awal musim gugur. jss

Tags

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close