Berita Lokal PekanbaruKhazanah

Ini Musik Setan (11-Habis) : Hari Sial Minus Sasuku Jepang

Oleh : Ore Kantari

Meski tak ada penjelasan rasional, ketakutan terhadap angka 13 ini tak kian surut. Apalagi dengan temuan-temuan yang oleh sebagian orang dianggap mengada-ada. Seperti misalnya tragedi Apollo 13.

Metropekanbaru.com, PEKANBARU-Nama pesawatnya saja sudah melekatkan angka sial ini. Apa yang terjadi pada misi prestisius tersebut? Pesawat luar angkasa yang diluncurkan pada tanggal 13 April 1970 pada pukul 13:13, dari landasan bernomor 39 (kelipatan tiga dari 13) ini harus menemui nasib naasnya.

Fakta ini bisa diartikan macam-macam, yang jelas fenomena 13 sebagai angka sial masih terasa hingga detik ini. Terus bagaimana dengan angka tiga belas yang persis hari Jumat?

Jika Jumat maupun angka 13 sudah memiliki keistimewaannya masing-masing, bagaimana dengan kombinasi keduanya? Bisa ditebak, efeknya lebih mengguncangkan. Sepanjang tahun, bisa ditemui beberapa kali hari Jumat jatuh pada tanggal 13.

Bagi sebagian orang, hari-hari tersebut segera dimasukkan dalam daftar hitam. Artinya, mereka memilih untuk tinggal di rumah, walaupun bagi mereka tak sepenuhnya tersembunyi dari nasib sial. Setidaknya dengan tinggal di rumah, mereka memperkecil kemungkinan bertemu dengan musibah.

Rupanya hal ini bukan bualan semata. Sebuah jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh British Medical Journal  pada tahun 1993 menulis sebuah survei mengenai hal ini.

Artikel yang berjudul “Is Friday the 13th Bad for Your Health?” (Apakah Hari Jumat Tanggal 13 Buruk Bagi Kesehatan Anda?) mengupas hubungan antara kesehatan, perilaku, dan tahayul seputar nasib sial yang melekat pada kombinasi Jumat dan angka 13.

Penelitian ilmiah ini juga menggunakan cara ilmiah, yakni mensurvei angka kecelakaan pada dua tanggal, yakni pada hari Jumat tanggal 6 dan hari Jumat tanggal 13 selama beberapa tahun.

Hasil yang mengejutkan didapatkan. Dari penelitian ditemukan, bahwa lebih banyak orang memilih tinggal di rumah ketimbang berkendaraan pada hari Jumat tanggal 13. Anehnya, pada hari yang sama didapatkan lebih banyak korban kecelakaan lalu lintas maupun kecelakaan lainnya. Ini terlihat dari catatan penerimaan pasien di rumah sakit. Angka kecelakaan ini meningkat sekitar 52% dari angka rata-rata.

Jumat tanggal 13 juga dibahas dari sudut pandang ilmu psikologi. Salah satu kupasan ilmu ini adalah tentang phobia atau rasa takut yang mencekam seseorang.

Dari sekian phobia ditemukan nama paraskevidekatriaphobia atau ketakutan pada hari Jumat tanggal 13! Gejala psikologis tersebut yang termasuk dalam gangguan kejiwaan, ternyata cukup banyak menjangkiti warga Amerika, baik di kota maupun pinggiran. Bahkan seluruh penjuru dunia, tanpa diketahui kapan berawal dan berakhirnya.

Namun kesialan angka 13 yang dipercaya oleh hampir seluruh negara itu ternyata tak laku di Jepang. Soal tahayul Jepang atau Kakusu mengenai angka tergolong unik. Angka 13 sama sekali bukan angka sial. Jadi tak perlu dihindari.

Sebaliknya, bangsa Jepang sangat menjauhi dua angka, yaitu empat dan sembilan. Dalam kepercayaan Jepang, kedua angka ini berarti kesialan. Sama halnya dengan lantai 13 di kebanyakan negara, gedung-gedung Jepang pantang memasang lantai empat dan sembilan. Begitu pun dengan nomor rumah.

Yang aneh dengan fenomena ini adalah jika kita menjumlahkan kedua angka sial Jepang, yakni empat dan sembilan, maka hasil yang keluar tetap saja tigabelas! Jadi sebenarnya mana yang lebih sial, tiga belas atau empat dan sembilan? (jss/dian/Habis)

Tags

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close