Berita Lokal PekanbaruNews

Ini Hari Terakhir, Bendera Merah Putih Usia 50 Tahun Itu Dikibarkan

Oleh: Eko P

Metropekanbaru.com, BANDUNG– Bendera pusaka yang dikibarkan dalam Upacara Detik-Detik Peringatan Ke-74 Proklamasi Kemerdekaan RI dan Penurunan Bendera Merah Putih atau Gelar Senja Peringatan HUT ke-74 RI tingkat Provinsi Jabar, di Lapangan Gasibu Kota Bandung, Sabtu (17/8), ternyata berusia 50 tahun. Hal ini disampaikan Gubernur Jawa Barat (Jabar) M Ridwan Kamil atau Emil.

“Tahun inilah kali terakhir bendera tersebut dikibarkan. Ini bendera pusaka, usianya sudah 50 tahun dan ini tahun terakhir kami pergunakan. Akan digantikan oleh bendera baru yang dikirim nanti oleh Sekretariat Negara,” ujar Gubernur Emil seusai memimpin upacara penurunan bendera Merah Putih atau Gelar Senja di Lapangan Gasibu Kota Bandung.

Menurut dia, upacara yang dihadiri Aparatur Sipil Negara (ASN) dari berbagai instansi serta disaksikan ratusan masyarakat ini merupakan tradisi positif yang harus selalu dilakukan setiap tahun pada peringatan Kemerdekaan RI.

Bendera Merah Putih, lanjut Emil, harus dihormati sehingga usai dikibarkan perlu dikembalikan ke posisi semula dalam upacara penurunan yang khidmat.

“Karena bendera (Merah Putih) sangat dihormati, maka harus kembali ke posisinya semula,” kata Emil.

Upacara Gelar Senja sendiri menjadi acara penutup rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-74 Republik Indonesia tingkat Jabar.

Gubernur Emil pun berharap perayaan tahun ini memberikan semangat kepada masyarakat bahwa Indonesia adalah bangsa yang merdeka dan akan menjadi bangsa adidaya di tahun 2045 dengan SDM unggul dan semangat Jabar Juara Lahir dan Batin.

“Mudah-mudahan diakhiri juga dengan semangat berbangsa Tanah Air yang kuat dari masyarakat,” kata Emil.

Dalam Gelar Senja juga ditampilkan sejumlah atraksi budaya dari berbagai etnis sebagai wujud keberagaman budaya dan kreasi di Tanah Pasundan.

“Saya sangat bangga tadi ada perwakilan masyarakat Hindu di Jabar menampilkan tarian kolaborasi budaya Bali dan Sunda, ada juga sisingaan, manuk-manukan. Ini menunjukan Jabar sangat kreatif dengan keberagaman budayanya yang damai,” kata Emil.(EP/Ant)

Tags

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close