Berita Lokal PekanbaruNews

Ini Alaia, Pembawa Baki di HUT RI di Jakarta

Oleh: M Aulia Rahman

Metropekanbaru.com, JAKARTA– Menjadi personel Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) pada upacara bendera peringatan Hari Ulang Tahun Republik Indonesia adalah kenangan yang tak akan terlupakan dan menjadi kebanggaan tersendiri. Tak semua orang mempunyai kesempatan untuk menjalankan amanah tersebut.

Hal inilah yang dirasakan oleh Alaia Safia (16 tahun), siswi dari SMA 66 Jakarta Selatan. Ia menjadi pembawa baki pada upacara bendera yang dilaksanakan oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI di pantai Maju atau Pulau D, Sabtu (17/8).

Dari 8 orang calon pembawa baki yang dikarantina selama 5 bulan, Alaia adalah yang terpilih menjadi pembawa bendera pusaka di upacara sakral tersebut. Alaia tak menyangka bila dirinya dinobatkan menjadi pembawa baki, sebab pengumuman baru dilakukan tadi pagi, beberapa jam sebelum upacara pengibaran di atas lahan reklamasi tersebut.

Tadi malam, kata Alaia, tersisa 4 calon pembawa baki, 4 rekannya yang lain sudah tersingkir di hari sebelumnya. Para seniornya atau mantan Paskibraka DKI pada tahun sebelumnya yang bertindak sebagai panitia secara mengejutkan baru menunjuk Alaia sebagai pembawa baki setelah sebelumnya ke-4 calon ini digembleng dengan berbagai tes.

Baca Juga  Ini Rangkaian Acara Sidang Tahunan Hari Ini

“Pertama-tama kita dites untuk membawa baki itu. Awalnya calonnya ada 8 orang. Terus sampai tadi malam ada 4 orang, sekarang sisa 1 orang, itu aku,” kata dia usai mengikuti upacara pengibaran bendera.

Menjadi pembawa baki adalah posisi yang paling diincar oleh anggota Paskibraka, khususnya para kaum hawa. Posisi ini menjadi yang pertama dalam kelompok Paskibraka, sedangkan posisi yang menjadi incaran anggota Paskibraka pria adalah komandan regu.

Dengan begitu pembawa baki dan komandan regu adalah posisi yang didambakan setiap anggota Paskibraka. “Posisi pentingnya Paskibraka wanita itu pembawa baki. Awalnya dites membawa baki berisi batu agar kita kuat. Soalnya benderanya kan tidak ringan. Nanti kakak-kakaknya yang tentukan,” paparnya.

Berbagai latihan fisik diakui Alaia telah dilakoni para calon pembawa baki. Namun hal itu terbayar tuntas saat dirinya didapuk menjadi pembawa bendera pusaka itu.

“Awalnya pegal, karena belum terbiasa. Lama kelamaan, ditambah ada latihan tambahan juga, jadi sudah terbiasa,” tuturnya. (AS)

Tags

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close