EkonomiNasionalNews

Industri 4.0 Bisa Ancam Pekerja, Pemerintah Harus Lakukan Ini!

Oleh: Suandri Ansah

Metropekanbaru.com, Jakarta – Ekonom Indef, Ahmad Heri Firdaus mengatakan bahwa industri 4.0 yang berbasis teknologi bisa jadi ancaman. Merujuk pada sekitar 50 persen tenaga kerja Indonesia didominasi lulusan SMP ke bawah.

“Memasuki era digital tentu akan banyak berhadapan faktor disrupsi teknologi. bagaimana nanti tenaga kerja Indonesia yang masih berskill rendah menyikapi era digital dan automasi?” ujarnya dalam sebuah diskusi di Jakarta baru-baru ini.

Dia kembali mengulas apakah program Kartu Pra Kerja dan program-program ketenagakerjaan dalam 5 tahun ke depan dapat membantu menjawab permasalahan struktural dan tantangan ini.

Terkait dengan kartu pra kerja, menurut dia, pemerintah masih perlu menyiapkan waktu untuk menyiapkan program ini dengan matang. Khususnya penguatan basis data untuk penetapan calon penerima kartu pra kerja.

“Perlu verifikasi, uji coba, konfirmasi data, baru bisa meluas. Karena kalau tidak maka akan menimbulkan kerugian kepada pemakainya,” kata dia.

Menurut Ahmad, Kartu Pra Kerja berpotensi kehilangan manfaat jika dilakukan tanpa basis data yang terverifikasi. Untuk lebih mematangkannya, pemerintah dapat bekerja sama dengan dunia usaha agar calon tenaga kerja yang menerima pelatihan vokasi pada akhrnya dapat terserap di perusahaan.

“Durasi pelatihan juga perlu lebih lama, tidak bisa hanya 1-2 bulan dengan infrastruktur seadaanya. Jadi untuk menghadapi automasi yang kian cepat, maka diperlukan upaya kolaboratif,” jelasnya.

Dia memaparkan, automasi merupakan keniscayaan, diberbagai negara. Automasi juga telah terbukti dampaknya terhadap tingkat pendapatan. (*/Dry)

Tags

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close