Berita Lokal PekanbaruInternasional

India Panik Akibat Siklon Fani, Ungsikan 800 Ribu Penduduknya

Oleh : Djoko Su’ud Sukahar

India dicekam kepanikan. Evakuasi massal dilakukan. Itu karena Siklon Fani bakal menyapu wilayah timurnya. Siklon ini berkekuatan 200 kilometer per jam.

Metropekanbaru.com, ODISHA-Sejak kemarin arus pengungsian dilakukan Pemerintah India. Warga diseru untuk meninggalkan rumah, mengungsi ke daerah aman, dan menjauhi pantai yang diprediksi akan dikuasai gelombang tinggi.

Pengungsian ini melibatkan seluruh transportasi yang ada. Truk dan mobil dikerahkan, juga kereta api yang hilir mudik untuk memindahkan warga ke tempat yang aman.

Pemerintah India mengerahkan aparatnya untuk memberitahu rakyatnya agar segera menjauh dari area yang diprediksi dilewati badai ini.

Radio dan televisi melakukan siaran tak henti-henti untuk membantu mempercepat evakuasi. Sebab waktu yang dibutuhkan hanya dua hari sebelum siklon itu tiba.

Di pantai dan kampung-kampung nelayan petugas berteriak-teriak memberitahu tentang bakal datangnya badai. Dengan microphone petugas memaksa warga untuk secepatnya menghindar dari kawasan pantai.

Kepanikan ini layak terjadi. Sebab ada sekitar 800 ribu warga di wilayah timurnya yang harus diungsikan. Menurut The Indian weather service, Siklon Fani itu akan tiba di daerah ini Jumat (3/5/2019) waktu setempat.

Menurut AFP dan beberapa televisi lokal, siklon itu akan melewati negara bagian Odisha, melaju ke utara-timur laut menuju Bangladesh. Di jalur yang dilalui itu dihuni lebih dari 100 juta orang.

Setelah badai itu melewati negara bagian Bengal Barat kekuatannya mulai melemah. Kecepatan angin yang dibawa siklon ini 90-100 km per jam dengan hembusan 115 km per jam.

Pada hari Sabtu siklon ini memasuki Bangladesh, dengan kecepatan angin 60-70 km per jam.

Sedang gelombang akibat siklon ini, menurut Departemen Meteorologi India, setinggi 1,5 meter. Ini yang akan meredam beberapa daerah.

Menurut AFP, jumlah orang yang akan dipindahkan itu sekitar 780.000 orang. Dan itu hanya dalam semalam.

Ini merupakan warga dari 13 distrik di Odisha, yang dihuni sekitar 46 juta orang. Merekalah yang terdampak paling parah akibat badai ini.

“Kami berharap lebih dari satu juta orang untuk keluar dari zona bahaya dalam 12 jam ke depan,” ucap Bishnupada Sethi, Komisaris Bantuan Khusus Odisha.

Untuk perlindungan dan penampungan warga, pemerintah setempat telah membangunkan itu d sekolah dan gedung pemerintah. Sekitar 3.000 tempat perlindungan didirikan untuk menampung lebih dari satu juta orang.

Dikabarkan, hari Kamis badai sedang terjadi di Teluk Benggala. Siklon itu bergerak menuju daratan. Dengan kecepatan angin 180-190 kilometer per jam dan hembusan hingga 200 km per jam.

Antisipasi badai ini, Indian Railways membatalkan ratusan keretanya dalam 48 jam terakhir. Sedang tiga kereta khusus dari Puri digunakan untuk mengevakuasi wisatawan.afp/reuters/zee/jss

Tags

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close