Berita Lokal PekanbaruEkonomiNews

Impor Riau Turun Hingga 40,95 Persen, Kepala BPS: Akibat Penurunan Impor Migas dan Non-migas

Oleh: Bayu Derriansyah

Metropekanbaru.com, PEKANBARU – Penurun impor migas dan non-migas di Indonesia juga menyebabkan penurunan nilai impor di Riau. Dalam sebulan, nilai impoe Riau mengalami penurunan hingga lebih dari 40 persen.

Ini berdasarkan catatan Badan Pusat Statistik (BPS) Riau untuk periode Juli hingga Agustus 2019. Nilai impor Riau pada Juli 2019 mencapai US$ 152,33 juta, sedangkan pada Agustus 2019, nilai impor Riau hanya sebesar US$ 89,95 juta. Artinya mengalami penurunan hingga US$ 62,38 juta atau setara 40,95 persen.

“Penurunan impor ini disebabkan oleh turunnya impor migas dan impor non migas masing-masing sebesar 78,78 persen dan sebesar 30,80 persen,” ujar Kepala BPS Riau Misparuddin, Selasa (8/10/2019).

Ia menjelaskan penurunan impor non migas Agustus 2019 terhadap bulan sebelumnya terjadi pada tujuh golongan barang, yang terbesar antara lain Kayu, Barang dari Kayu sebesar US$ 14.41 juta, Mesin-mesin/Pesawat Mekanik sebesar US$ 13.70 juta, Bubur Kayu (Pulp) sebesar US$ 5.12 juta, dan Pupuk sebesar US$ 4.21 juta.

Sedangkan kenaikan impor non migas hanya terjadi pada tiga golongan barang, yaitu bahan kimia anorganik sebesar US$ 3.62 juta, garam, belerang, kapur sebesar US$ 0.81 juta, dan berbagai Produk Kimia sebesar US$ 0.68 juta.

“Untuk bulan Januari-Agustus, nilai impor Riau mencapai US$ 1.04 miliar atau juga mengalami penurunan sebesar 3,49 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2018 yang besarnya US$ 1.08 miliar. Penurunan impor ini disebabkan oleh turunnya impor migas sebesar 35,29 persen, meskipun impor non migas mengalami kenaikan sebesar 2,63 persen,” terangnya.

Misparuddin menambahkan, impor non migas selama Januari-Agustus 2019 didominasi oleh Mesin-mesin/Pesawat Mekanik US$ 172.19 juta (18,61 persen), kemudian Pupuk US$ 155.82 juta (16,84 persen), Kayu, Barang dari Kayu sebesar US$ 152.91 juta (16,52 persen).

“Selanjutnya adalah Bubur Kayu (Pulp) US$ 98.22 juta (10,61 persen) dengan kontribusi keempatnya mencapai 62,58 persen,” tutupnya. bayu/jss

Tags

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close