Berita Lokal PekanbaruNasionalNews

Ikut Demo dan Beraksi Anarkis, Disdik DKI Cabut Fasilitas KJP Pelajar

Oleh: M Aulia Rahman

Metropekanbaru.com, Jakarta – Aksi yang melibatkan masyarakat, mahasiswa, dan pelajar di kawasan Gedung DPR/MPR RI, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (30/9), berakhir ricuh. Tindakan tegas berupa sanksi pencabutan Kartu Jakarta Pintar (KJP) akan dilakukan oleh Dinas Pendidikan (Disdik) DKI Jakarta kepada para pelajar yang terbukti melakukan tindakan kriminal saat aksi tersebut.

“Kalau sifatnya kriminal bisa pemberhentian KJP. Kalau sifatnya ikut-ikutan tidak,” kata Kepala Dinas Disdik DKI Jakarta, Ratiyono, Senin (1/10). Tindakan tersebut, lanjut Ratiyono, telah tertuang dalam Peraturan Gubernur nomor 4 tahun 2018 tentang Kartu Jakarta Pintar (KJP) Plus. Pada Pasal 32 terdapat 23 butir larangan yang berujung pada sanksi pencabutan KJP Plus.

Maka dari itu Ratiyono mengimbau para pelajar yang melakukan aksi, jangan pernah mencoba untuk masuk ke dalam ranah keributan, karena akan banyak menimbulkan kerugian yang nantinya akan diterima. “Jadi siapa yang melakukan tindakan itu, dia pasti akan berhadapan dengan hukum melalui aparat penegak hukum,” ujarnya.

Ia memaparkan bahwa penyampaian pendapat di muka umum itu sudah diatur melalui Undang-undang, artinya segala ketentuan untuk melakukan unjuk rasa harus dipatuhi. “Jadi gini yang namanya unjuk rasa dibolehkan dengan catatan satu mendapatkan izin, kedua menyebutkan tempat tujuan dan jamnya, ketiga ada penanggung jawabnya. Jadi unjuk rasa itu dibolehkan selagi aturannya diikuti. Yang tidak boleh adalah bertindak anarkis,” paparnya. (PS)

Tags

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close