Berita Lokal PekanbaruNews

Hotspot Masih Terdeteksi, 2 Wilayah di Riau Dikepung Kabut Asap Pagi Ini

Oleh : Bayu Derriansyah

Metropekanbaru.com, PEKANBARU – Kabut asap masih tampak menyelimuti dua wilayah di Provinsi Riau, yakni Kota Pekanbaru dan Kabupaten Pelalawan. Akibat kabut asap, jarak pandang di kedua wilayah tersebut juga tampak masih terganggu.

Berdasarkan pantauan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), jarak padang di wilayah Kota Pekanbaru pagi ini terpantau 3 kilometer. Sementara di wilayah Kabupaten Pelalawan, jarak pandangan justru lebih rendah, yakni hanya sebuah 2 kilometer.

“Jarak pandangan di Pekanbaru 3 kilometer dan di Pelalawan 2 kilometer. Keterbatasan jarak pandang diakibatkan oleh adanya kabut asap,” ujar Prakirawan BMKG Pekanbaru.

Sementara itu, dua wilayah lain yang sebelumnya tertutup asap, pagi ini terpantau sudah mulai menipis. Seperti di wilayah Kabupaten Indragiri Hulu, pagi ini jarak pandang aku sudah sejauh 5 kilometer, meskipun udara masih tampak kabur. Dan di Kota Dumai, tampak jarak pandang pagi ini sudah sejauh 6 kilometer.

Berdasarkan pantauan BMKG, pagi ini masih terpantau ada sejumlah titik panas (hotspot) di Riau. Yakni terdapat 7 titik panas, yang berada di Pelalawan 2 titik, Rohil 3 titik, Rohul dan Inhil 1 titik.

Baca Juga  Jokowi Senang, Gibran dan Kaesang Masuk Bursa Cawalkot Solo

“4 titik panas berada pada level confidence lebih dari 70 persen, yakni di pelalawan dan Rohul 1 titik serta di Rohil 2 titik,” pungkasnya.

Sementara untuk pantauan titik panas di wilayah Pulau Sumatera, pagi ini BMKG memantau ada 69 titik panas  yang berada di Pulau Sumatera, dengan titik panas tersebut terbanyak masih berada di Sumatera Selatan.

69 titik panas tersebut tersebar di delapan provinsi, yakni Aceh 2 titik, Jambi 7 titik, Lampung 2 titik, Sumatera Barat 1 titik, Sumatera Selatan 29 titik, Sumatera Utara 20 titik, Bangka Belitung 1 titik dan Riau 7 titik. Bayu/Jss

Tags

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close