Berita Lokal PekanbaruEkonomiNusantara

Harga Tomat Anjlok Rp1 Ribu per Kilogram, Petani Membiarkan Membusuk

OlehRizki Daniarto

Metropekanbaru.com, PROBOLINGGO– Para petani tomat di Kabupaten Probolinggo tak berdaya dengan anjloknya produk pertanian mereka. Petani mengeluhkan murahnya harga tomat. Saat ini hanya Rp1.000 per kilogram. Padahal harga normalnya mencapai Rp8-10 ribu per kilogram.

Sukarsan, petani tomat di Desa Sumbersuko, Kecamatan Dringu, mengaku anjloknya harga tomat membuatnya rugi. Pasalnya, biaya tanam, perawatan, dan obat-obatan juga tak sedikit.

Ia mencontohkan, dari lahannya yang seluas 50 meterpersegi bisa menghasilkan tomat 30-50 kilogram. Kalau harganya Rp1.000, dia hanya mendapat Rp50 ribu. Padahal untuk biaya perawatan sekali semprot sudah Rp100 ribu.

“Kebanyakan petani ya membiarkan saja tanaman tomatnya membusuk di sawah,” katanya, Selasa (30/7).

Sukarsan berharap ada campur tangan pemerintah agar harga tomat tidak merosot. Padahal, saat ini, menurut Sukarsan, kualitas tomat bagus dan panen bisa delapan kali.

Rahman, petani tomat lainnya, berharap harga tomat kembali stabil agar petani masih bisa meraup penghasilan. “Semoga lekas normal. Biar para petani tomat bisa mendapatkan hasil panen,” harapnya.

Sekadar informasi, murahnya harga tomat tak hanya terjadi di tingkat petani, namun juga terjadi di pasaran yang hanya Rp2.000 per kilogramnya. (Riz)

Tags

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close