Berita Lokal PekanbaruEkonomi

Harga Sawit Jatuh, Hotel di Riau Perang Tarif

PEKANBARU – Lazim diketahui bahwa Ekonomi Provinsi Riau banyak bergantung pada komoditas sawit. Jika harga jatuh seperti tahun ini, pengaruhnya tidak hanya menimpa pelaku usaha sawit, tapi juga sektor lainnya.

Seperti halnya terhadap sektor perhotelan dimana cukup dirasakan pengaruhnya. Meski tidak bisa ditakar melalui okupansi hotel, tapi perubahannya tetap dirasakan.

Ketua Persatuan Hotel dan Restoran Provinsi Riau, Nofrizal kepada metropekanbaru.com mengatakan keadaaan ekonomi seperti itu membuat persaingan usaha semakin ketat. Akibatnya terjadi perang tarif dan harga.

“Pihak hotel berupaya menjaga keberlangsungan hidup usaha agar tetap berjalan. Otomatis faktor yang mempengaruhi peningkatan okupansi diabaikan, yang penting hotelnya berisi dulu apakah harganya sesuai standarisasi atau tidak,” ujarnya.

Menurutnya harga kamar hotel di Riau saat ini sudah termasuk rendah. Padahal harga kebutuhan pokok, upah kerja, dan biaya operasional terus naik. Sementara harga tarif kamar hotel tetap malah cenderung menurun.

Dari segi bisnis, kata dia itu sudah merugikan karena hotel bertambah terus. Kondusi itulah sebutnya yang terjadi sekarang meskipun sebagian hotel besar tetap berjalan dan okupansi tetap tinggi tapi tidak jamin hotel bisa jalan.

Oleh karena itu, dia akan mempunyai program akan melakukan penyetaraan tarif. Itu dilakukan untuk hampir semua hotel yang berjumlah lebih dari 200 di Pekanbaru saja.

“Masa harga hotel Rp150 ribu mana bisa hudup, harga harus seimbang dengan oengeluaran. Malah bintang 3 dan 2 dibawah Ro300 ribu, itu pihak hotel banyak menurunkan tarif sehingga fasilitas dan pelayanan juga turun,” ungkapnya.bayu

 

Gambar tribun

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close