Berita Lokal PekanbaruInternasionalNews

Habis Penggal 37 Napi, Saudi Eksekusi Tiga Ulama

Oleh : Djoko Su’ud Sukahar

Metropekanbaru.com, RIYADH-Tiga ulama terkemuka akan dieksekudsi mati di Arab Saudi. Itu akan dilakukan sehabis Ramadan.

Menurut laporan Press TV, Rabu (22/5/2019), informasi rencana eksekusi mati ini disampaikan dua sumber di Pemerintah Arab Saudi. Outlet media online, Middle East Eye, yang berkantor di London, Inggris menyebarkan berita itu.

Menurut Press TV, laporan ini mencuat saat Pangeran Mohammed bin Salman melakukan Operasi Tegas. Operasi ini menyasar ulama-ulama dan intelektual muslim yang ada, dan semakin meluas di wilayah Saudi.

Meenurut informasi itu, tiga ulama yang divonis mati dan akan dieksekusi itu adalah Sheikh Salman al-Ouda, Sheikh Awad al-Qarnio dan Ali al-Omari.

Diinformasikan, bahwa Ouda adalah Asisten Sekjen Serikat Cendekiawan Muslim Internasional. Dia telah ditetapkan sebagai organisasi teroris oleh Pemerintah Saudi.

Menurut laporan itu, Pemerintah Saudi telah menahan Ouda sejak 7 September 2017 lalu. Ouda ditahan di sel isolasi tanpa dakwaan dan persidangan lebih dulu. Keluarga Ouda juga dilarang bepergian.

Menurut laporan itu, keluarga Ouda menuturkan kepada Human Rights Watch (HRW), bahwa sang ulama ditahan karena menolak mematuhi perintah Pemerintah Saudi untuk memposting pesan via Twitter, yang isinya mendukung blokade terhadap Qatar.

“Semoga Tuhan menyelaraskan hati mereka demi kebaikan umat,” ungkap Ouda saat itu, yang dipandang sebagai seruan rekonsiliasi antara negara-negara Teluk.

Menurut laporan itu, ketiga ulama ini akan divonis mati. Sekarang mereka sedang menanti persidangan di Pengadilan Kriminal Khusus di Riyadh, yang seharusnya dijadwalkan 1 Mei lalu.

“Mereka tidak akan menunggu untuk mengeksekusi orang-orang ini begitu vonis mati dijatuhkan,” kata sumber yang dikutip Middle East Eye.

Menurut sumber yang lain, pemenggalan 37 narapidana Saudi dalam sehari pada tanggal 23 April lalu adalah test-case, untuk menaksir kecaman internasional.

“Namun ketika ketika hanya sedikit reaksi internasional, khususnya pada level pemerintahan dan kepala negara, maka mereka memutuskan untuk melanjutkan rencana mengeksekusi tokoh-tokoh terkemuka,” ungkapnya. ptv/mee/jss

Tags

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close