NasionalNewsPolitik

Golkar Khawatir Gerindra Jadi Musuh dalam Selimut

Oleh: Muhajir

Metropekanbaru.com, Jakarta – Ketua DPP Partai Golkar, Ace Hasan Syadzily, menilai demokrasi Indonesia bisa monolitik jika partai politik yang kalah Pilpres bergabung ke pemerintahan. Dia khawatir Partai Gerindra menjadi musuh dalam selimut di koalisi Jokowi-Ma’ruf.

“Saya tendensinya ke arah sana. Jangan sampai mereka berada di dalam pemerintahan tetapi dalam posisi seperti oposisi. Tidak baik dalam kerangka demokrasi kita,” kata Ace saat menanggapi pertemuan Ketua Umum Gerindra, Prabowo Subianto dengan Presiden Jokowi di Istana Merdeka, Jakarta.

Menurut Ace, partai tang kalah seharusnya menerima kekalahan dengan menjadi oposisi. Jika ingin berkuasa, maka lebih baik menunggu lima tahun ke depan saat pesta demokrasi kembali digelar.

Dia merasa yakin dengan koalisi Jokowi-Ma’ruf sejak Pilpres 2019. Dia mengatakan, tanpa ada tambahan sekalipun, koalisi sudah kuat dengan 63 persen kursi DPR.

“Saya kira sudah modal yang sangat cukup untuk mengawal pemerintahan dan menunaikan janji politiknya. Saya kira Pak Jokowi akan lebih arif dan bijaksana untuk menyikapi politik saat ini,” katanya.

Ace meminta agar sportivitas ditetapkan dalam kontestasi politik. Ia menilai tidak etis Gerindra mengharapkan kursi menteri jika bergabung. Ini karena koalisi saja sejak awal menyerahkan ke Jokowi terkait posisi menteri.

“Jika mau mendukung pemerintah itu positif, tetapi tidak harus ditindaklanjuti keharusan berada di dalam kabinet,” katanya. (EP)

Tags

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close