Berita Lokal PekanbaruLifestyle

Gawat, Kutub Utara Sudah Terpolusi Plastik

Oleh: Eko P

Metropekanbaru.com, JAKARTA– Kawasan Kutub Utara dipandang sebagai salah satu lingkungan alami terakhir di dunia. Namun, kontaminasi partikel plastik dalam jumlah yang banyak mengagetkan para ilmuwan.

Lebih dari 10.000 partikel per liter ditemukan di kawasan Arktik. Partikel plastik berukuran mikroskopis berjatuhan dari langit bersama salju di Kutub Utara.

Para peneliti menduga mikroplastik diterbangkan oleh angin dan kemudian melalui mekanisme yang tidak sepenuhnya dipahami terbawa jauh melalui atmosfer. Partikel-partikel itu kemudian “tersapu” keluar dari atmosfer lewat presipitasi, khususnya salju.

Sebuah penelitian yang diterbitkan pada bulan April oleh tim peneliti dari Inggris dan Perancis menunjukkan bahwa mikroplastik jatuh dari langit ke Pyrenees, Prancis, wilayah lain yang dikira masih alami.

Sebelumnya, kelompok-kelompok penelitian menemukan plastik berjatuhan dari atmosfer di Dongguan, Cina, Teheran di Iran, dan Paris, Prancis. Adapun asal sumber polusi belum diketahui secara pasti.

Kehadiran begitu banyak partikel pernis di Kutub Utara menjadi teka-teki. Para peneliti berasumsi bahwa sebagian kontaminasi bisa berasal dari kapal yang bergesekan dengan es. Tapi mereka juga berspekulasi bahwa beberapa mungkin berasal dari turbin angin.

Baca Juga  Gedung Tempat Kursus Terbakar, Sudah 20 Pelajar Tewas
Konsentrasi tinggi fragmen plastik ditemukan di air laut Arktik
Konsentrasi tinggi fragmen plastik ditemukan di air laut Arktik. Foto: BBC

“Kita harus bertanya – apakah kita membutuhkan begitu banyak kemasan plastik? Apakah kita membutuhkan semua polimer dalam cat yang kita gunakan? Bisakah kita menghasilkan ban mobil yang dirancang berbeda? Ini masalah penting.” ujar pemimpin tim riset, Dr Melanie Bergmann, seperti dikutip BBC News, Kamis (15/8).

Dr Eldbjørg Sofie Heimstad, dari Institut Penelitian Udara Norwegia, Kjeller, yang tidak terlibat dalam penelitian terbaru ini, mengatakan bahwa sebagian polusi partikel bersifat lokal dan sebagian lagi hanyut dari jauh.

“Kita tahu bahwa sebagian besar dari apa yang kita analisis dan ukur di atas sana adalah polusi yang terbawa dari jauh, dari [Eropa], dari Asia, dari seluruh dunia. Beberapa bahan kimia ini memiliki sifat yang merupakan ancaman bagi ekosistem, bagi hewan hidup,” ujar Sofie.

Temuan ini menyusul laporan eksklusif tahun lalu bahwa konsentrasi tertinggi partikel plastik di lautan dapat ditemukan di dalam es di laut Kutub Utara.

Sampah plastik juga hanyut sejauh ratusan atau bahkan ribuan kilometer untuk mendarat di pantai Arktik yang terpencil.

Baca Juga  Woww, Ditemukan Perahu Kuno Umur 700 Tahun di Jambi

Ini kabar menyedihkan bagi mereka yang menganggap Kutub Utara sebagai salah satu lingkungan alami terakhir di Bumi.

“Ini membuat saya sangat sedih. Ada plastik di es laut. Ada plastik di lautan dan pantai. Sekarang, plastik di salju. Di atas sini kami melihat keindahannya setiap hari, dan melihat keindahan itu begitu berubah dan ternodai — itu menyakitkan,” tuturnya. (EP/BBC)

Tags

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close