EkonomiNasionalNews

DPP PKB Nilai Kenaikan Cukai Rokok Akan Menimbulkan Masalah

Oleh: Rudi Hasan

Metropekanbaru.com, Jakarta – Kenaikan cukai rokok sebesar 23% di 2020 diramal bakal menimbulkan masalah. Industri tembakau akan menelan pil pahit. Sebab kenaikan ini menekan angka konsumsi dan memangkas produksi.

“Akan banyak merugikan petani tembakau, pengusaha rokok dan yang penting para buruh dan pekerja pabrik rokok,” kata Ketua DPP PKB Bidang Ketenagakerjaan dan Migran, Dita Indah Sari, Ahad (22/9). PKB, kata dia, meminta pemerintah mengurangi persentasi kenaikan cukai itu. Sebab rantai efek dominonya sangat merugikan masyarakat kecil.

Dita memahami bahwa pemerintah membutuhkan pemasukan yang lebih besar. PKB tak masalah jika ada kenaikan, namun tak sampai 23%.”Kami harapkan kenaikannya berkisaran sekitar 12 sampai 15 persen,” kata Dita.

Di DPR, PKB bakal berjanji mengawal permintaan ini. Karena hal tersebut bukan saja keinginan PKB, namun aspirasi masyarakat juga. Mengingat ada kenaikan harga rokok sebanyak 35 persen dan dipastikan menggerus konsumsi rokok.

Jika konsumsi berkurang, maka yang kena dampak adalah buruh pabrik rokok. Industri terpaksa merumahkan mereka. Petani juga dipastikan merugi karena harga beli tembakau juga pasti ikut tiarap. Dita memerinci, petani tembakau di wilayah Jawa, Bali, Sulawesi, NTB, NTT, Aceh, Sumatera, Jambi dan Lampung pasti merugi. (PS)

Baca Juga  Titiek Soeharto Disambut Antusias di Kantor Partai Berkarya Riau
Tags

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close