Berita Lokal PekanbaruNews

Divisi Hukum : Ketua DPP Demokrat Gagal Paham Situasi

Oleh: Muhajir |

Metropekanbaru.com, JAKARTA-Partai Demokrat sedang dilanda kemelut internal. Itu karena desakan Kongres Luar Biasa segera digelar.

Ketua Divisi Hukum dan Advokasi Partai Demokrat, Ferdinand Hutahaean, membela ketua umum PD, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Sekjen Demokrat, Hinca Pandjaitan, yang ‘diserang’ ketua DPP Partai Demokrat, Subur Sembiring. Dia menyebut Subur gagal paham terhadap situasi yang saat ini dihadapi partai.

Baru-baru ini, Subur melayangkan kritikan kepada SBY. Dia menilai sikap SBY menunjuk Hinca sebagai pelaksana tugas harian menyalahi AD/ART partai, sehingga Subur mendesak Kongres Luar Biasa (KLB) segera digelar.

“Apa yang disampaikan Subur Sembiring itu sesuatu yang salah dan tidak paham apa yang terjadi. Hinca Pandjaitan ditugasi memimpin roda organisasi secara administratif selama ketum berada di Singapura mendampingi Ibu Ani,” kata Ferdinand kepada wartawan, Ahad (16/6).

Subur juga menilai Hinca tidak menjalankan tugas dengan baik. Pernyataan ini kembali ditangkis Ferdinand, dia menyebut semua keputusan tetap berada di tangan SBY, meskipun sekjen ditugasi memimpin administratif setiap hari.

Dia melanjutkan, atas dasar itu Hinca sering bolak-balik ke Singapura dalam rangka menjalankan organisasi secara utuh. Ferdinand menegaskan, Hinca bukan jadi Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Umum, tapi sehari-hari menggerakkan organisasi menjalankan mesin.

“Tidak ada perubahan struktur atau menetapkan sekjen sebagai plt,” tegas Ferdinand.

Ferdinand pun ‘menyerang’ balik Subur. Dia menuturkan, Subur tidak pernah aktif di Partai Demokrat dan justru menyimpang karena mengusulkan KLB.

“Semua yang dilaksanakan organisasi sekarang ini tidak ada yang keluar dari AD/ART, semua sesuai aturan. Yang menyimpang itu yang mengusulkan KLB,” kata dia.(EPJ)

Tags

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close