Berita Lokal PekanbaruNasionalNews

Dewan Nilai Gubernur Lamban Sikapi Nasib Warga Sulsel di Wamena

Oleh: Akbar Nur Qodri

Metropekanbaru.com, MAKASSAR– Pimpinan sementara DPRD Sulsel menilai pemerintah provinsi lamban menyikapi kemelut yang dialami warga Sulsel di Wamena, Ibu Kota Jayawijaya, Papua. Saat ini, sekitar 10.000 warga dari berbagai daerah tinggal di pengungsian akibat kerusuhan.

Sejak beberapa hari lalu, Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno bahkan memimpin langsung penggalangan dana untuk korban kerusuhan di Wamena dari warga Minang. Begitu juga Gubernur NTB Zulkifliemansyah langsung menginstruksikan evakuasi warga NTB dari Wamena secepatnya.

Berbeda dengan Pemerintah Provinsi Sulsel, hingga saat ini hanya melakukan koordinasi dengan pemerintah Papua. Padahal, dari 10.000 lebih warga yang mengungsi, terbesar adalah warga Sulsel.

“Gubernur ini lelet menyikapi polemik yang menimpa warganya di Wamena,” kata Wakil Ketua DPRD Sulsel sementara, Syaharuddin Alrif, saat dihubungi Makassar Inside, Ahad (29/9).

Gubernur Sulsel sebagai penentu kebijakan agar kiranya dengan sigap mendengar jeritan masyarakat Sulsel yang berada di Papua. “Terkait dengan kejadian di Wamena Papua. DPRD Sulsel memohon dengan hormat kepada Pemerintah Provinsi Sulsel, untuk mengambil langkah kongkret,” tegasnya.

Politikus Partai NasDem ini beraharap, sebelum bertambah korban jiwa di Wamena, Pemprov Sulsel secepatnya harus memberikan fasilitas untuk memulangkan masyarakat Sulsel.

“Segera melakukan langkah untuk memulangkan para warga Sulsel yang ada di Wamena,” ujar Sekretaris DPW NasDem Sulsel ini.

Dia berharap agar Gubernur menjalin komunikasi yang intens kepada pemerintah di Papua. “Terus berkoordinasi dengan pihak Pemerintah di sana, agar bisa menjaga dan melindungi harta benda yang dimiliki orang Sulsel,” katanya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, sudah sepekan ribuan warga dari Sulsel mencari perlindungan di Bandar Udara Wamena, berharap bisa pulang ke kampung halaman masing-masing. (Ani/Aza/INI Network)

Tags

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close