Berita Lokal PekanbaruEkonomi

Demi Pajak Tinggi, Kendaraan Bermotor Dibiarkan Menjamur

Oleh: Azhar Saputra |

Kendaraan bermotor di Kota Pekanbaru makin membeludak, tetapi ruas jalan lamban bertambah. Namun demi penerimaan pajak yang tinggi, kondisi timpang ini terbiarkan. Kok?

Metropekanbaru.com, PEKANBARU – Semakin membeludaknya kendaraan bermotor baik roda empat maupun dua di daerah berkembang seperti Pekanbaru salah satunya disebabkan oleh tingginya penerimaan pajak di sektor ini.

Akibat itu, sampai saat ini Pemda masih saja membuka keran bagi masuknya kendaraan bermotor roda empat maupun roda dua. Kendati masih lamban dalam menambah ruas jalan protokol baik yang berada di perkotaan maupun di perkampungan padat penduduk.

Kepala Bidang Penyuluhan Pelayanan (P2) dan Hubungan Masyarakat Kanwil DJP Riau, Halim Hasibuan mengatakan, di tahun 2018, perdagangan besar dan eceran kendaraan bermotor maupun reparasi dan perawatan mobil dan sepeda motor menjadi sektor paling dominan yang memberikan dukungan dan sokongan kepada daerah.

Setidaknya, meningkat jika dibandingkan dari tahun 2017  Rp 2.99 triliun (2017) menjadi Rp 3.11 triliun (2018). Sektor ini telah berkontribusi kepada Pemda Riau sebesar 21.1 persen atau tumbuh sebesar 4.4 persen di tahun 2018.

“Untuk tahun 2018, penerima pajak per sektor yang dilakukan oleh Direktorat Jenderal Pajak Riau adalah para pedagang besar, eceran kendaraan bermotor maupun reparasi,” jelasnya, Sabtu, 2 Februari 2019. Setelah itu disusul industri pengolahan, pertanian, kehutanan, perikanan, pertambangan dan sektor lainnya.

Salah satu fungsi dukungan dan sumbangsihnya bagi daerah ialah dapat dipergunakan untuk pembangunan sarana umum baik berupa jalan, jembatan, sekolah, rumah sakit, kantor polisi, biaya pendidikan, biaya kesehatan, subsidi bahan bakar minyak (BBM) sampai gaji para Pegawai Negeri Sipil (PNS).

Agar sektor ini semakin bergairah dan meningkat, kiat-kiat khusus diterapkan sejak awal bulan memasuki tahun 2019 ini. Salah satunya dengan melakukan pemetaan pada sumber-sumber bagi wajib pajak yang sebelumnya tidak terawasi dengan baik.

Tidak hanya itu, Halim menambahkan, juga dilakukan pembinaan bagi wajib pajak melalui kegiatan sosialisasi, edukasi sampai melakukan dialog.

“Harapannya, upaya kita mampu mendorong migrasi penyampaian Surat Pemberitahuan (SPT) yang kami lakukan secara elektronik (e-filing),” jelasnya. jss 

Tags

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close