Berita Lokal PekanbaruPolitik

Dekat Pilpres, Menunggu Kemunculan Ratu Adil

Oleh : Djoko Su’ud Sukahar

Ratu Adil. Sosok ini tidak saja dimitoskan, namun juga sangat diharapkan kedatangannya dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Berbagai masalah yang muncul dewasa ini membuat kerinduan tersendiri akan munculnya sosok ideal pemimpin yang bisa mengatasi keadaan.

Karena itu, tidak terlalu berlebihan jika Ratu Adil sering diidentifikasi dengan tokoh-tokoh tertentu. Malah ada pula yang menyebut sebagai Imam Mahdi. Adakah Ratu Adil itu suda muncul? Terus, bagaimana tanda-tanda kemunculannya?

Ratu Adil (Herucakra) merupakan sebutan tokoh kharismatik ‘utusan Tuhan’ yang datang sebagai ‘juru selamat’. Dipercaya, Ratu Adil muncul atas nama Tuhan untuk menghukum orang-orang jahat.

Bahkan, Ratu Adil diyakini mempunyai kekuatan gaib, sehingga dapat mewujudkan kembali masyarakat yang adil dan makmur, menggantikan keadaan yang serba kekurangan dan penuh kekacauan.

Dalam keadaan bangsa yang kian semrawut, memunculkan pertanyaan: siapa sebenarnya yang sanggup menyelamatkan bangsa ini?

Ramalan tentang munculnya Ratu Adil didasarkan atas tanda-tanda zaman yang terjadi. Prediksi yang sekarang masih sangat melekat dalam hati masyarakat (khususnya Jawa) adalah Jangka Jayabaya (Ramalan Sri Aji Jayabaya).

Baca Juga  Hari Anak Nasional, 71 Napi Anak di Sumut Dapat Remisi

Ramalan yang lain tentang kedatangan Ratu Adil juga disinggung dalam serat Sabdo Palon, Jaka Lodang dan Kalatidha, karya pujangga kondang Raden Ngabehi Ronggo Warsito.

Namun, ramalan ini memunculkan kontroversi dan menjadi polemik. Sebab, di satu sisi memberikan harapan, namun di sisi lain menumbuhkan sikap fatalistik (kepasrahan).

Harapan akan datangnya Ratu Adil itu hingga kini masih hidup dalam hati dan pikiran orang Jawa. Yakni harapan akan adanya seseorang yang mampu menjadi pemimpin sekaligus juru selamat.

Karena itu, tak bisa dihindari adanya penilaian sebagai gerakan mesianis. Yakni, munculnya sosok yang diakui sebagai ‘utusan Tuhan’ yang menyelamatkan umat (rakyat).

Selanjutnya, apa yang menjadi fenomena datangnya Ratu Adil? Banyak sumber menyebutkan pertandanya adalah rusaknya tatanan moral.

Kedatangannya akan didahului adanya Zaman Edan. Yakni adanya kekacauan dalam masyarakat karena tatanan moral sudah sangat kacau balau.

Pada dasarnya, Ratu Adil yang diharapkan adalah tokoh mistis, manusia sempurna yang sudah mampu melawan nafsunya sendiri dan meninggalkan kehidupan duniawi.

Ia diharapkan mampu menjadikan negara yang dipimpinnya menjadi gemah ripah loh jinawi tata titi tentrem kerta raharja (adil dan makmur, tentram dan sentosa).

Baca Juga  Dekat Ramadan, Harga Bawang Putih Menggila

Atau dalam istilah Islam: baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur (negara yang aman, tentram, sejahtera, penuh persaudaraan dan kemanusiaan, dilaksanakan dengan baik dan mendapat ampunan-anugerah dari Tuhan).

Dengan demikian, pada hakikatnya Ratu Adil bisa diidentifikasi dengan raja atau khalifatullah (mandataris Allah). Bahkan, Sunan Kalijaga memberi contoh Ratu Adil dengan tokoh wayang Raja Amarta, Prabu Puntadewa alias Darmakusuma, Darmaputra, Samiaji, Yudhistira, Dwijakangka.

Orang pertama dalam keluarga Ksatria Pandawa ini merupakan sosok ideal seorang raja. Dia tidak saja arif bijaksana, adil, membela kebenaran dan mengutamakan rakyat. Tapi juga selalu memayu-hayuning bawana (ikut andil mempercantik wajah dunia) dengan berbuat kebajikan.

Terus siapa Ratu Adil itu? Adakah satu dari dua pasang Calon Presiden yang sebentar lagi bakal berlaga? Atau justru di luar itu? jss

Tags

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close