Berita Lokal PekanbaruNasionalNews

Dampak Pengangkatan Guru Massal untuk SD Inpres Tak Teratasi

Oleh: Bayu Derriansyah

Metropekanbaru.com, Pekanbaru – Program pembangunan puluhan ribu unit sekolah dasar (SD) inpres yang didirikan pada era Orde Baru menyisakan masalah. Kebiajakan pada masa pemerintahan Presiden Soeharto membuat pemerintah mengangkat ratusan ribu tenaga pendidik.

Para guru itu harus mengajar di sekolah-sekolah tersebut secara serentak. Sehingga, massa pensiun ratusan ribu pengajar yang juga diangkat menjadi pegawai negeri sipil (PNS) itu juga nerlamgsunh serentak atau tidak berjarak begitu lama.

Kondisi inilah yang menimbulkan permasalahan saat ini. Kepala Sekolah SDN 36 Pekanbaru, Zulkarnaini SPd MM, yang juga merupakan salah satu guru SD inpres di Pekanbaru pada zaman Orde Baru, mengatakan pemerintah saat ini tidak bisa mengimbangi jumlah guru yang pensiun dengan jumlah guru yang diangkat menjadi PNS.

“Dampaknya tidak terantisipasi oleh pemerintah sekarang adalah, guru waktu itu kan diangkat secara bersamaan. Sekarang pensiunnya juga bersamaan. Terjadi pensiun massal akibat dari pengangkatan guru secara serentak dulu. Sekarang pemerintah tidak bisa menutup angka pensiun tersebut dengan mengangkat guru PNS secara massal juga,” katanya saat berbincang dengan Metropekanbaru.com, Senin (21/10).

Menurut Zulkarnaini, hal inilah yang menyebabkan saat ini banyak tenaga pendidik dari guru honorerdan belum diangkat menjadi PNS.

“Sekarang kalau pemerintah buka formasi CPNS, itu pun cuma ada sedikit lowongan untuk guru. Makannya di mana-mana sekarang terjadi kekurangan guru, karena itulah sekarang ini banyak guru honor di pekerjakan. Itu dampak yang tidak terantisipasi oleh pemerintah sekarang,” ujarnya.

Pria yang menjadi guru di SD inpres selama 16 itu mengatakan, seharusnya pemerintah saat ini bisa mengantisipasi persoalan itu dengan menyeimbangkan jumlah pensiun dengan jumlah guru yang akan diangkat. Sehingga tidak ada ketimpangan di dunia pendidikan, khususnya untuk tenaga pendidik.

“Pemerintah itu kan sudah memiliki data. Ada data base-nya, berapa guru yang akan pensiun di tiap-tiap daerah. Jadi pemerintah itu seharusnya membuka formasi CPNS guru sesuai dengan jumlah guru pensiun. Jadi antara penerimaan dan jumlah pensiun itu harus seimbang,” tutupnya. (bayu)

Tags

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close