Berita Lokal PekanbaruNews

Cuaca Buruk, Penerbangan di Sumsel Terancam Terganggu

Oleh: Rio AP

Metropekanbaru.com, Palembang — Akhir-akhir ini cuaca di Sumatera Selatan kurang bagus. Badan Meteorologi, Klimatogi dan Geofisika (BMKG) Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II Palembang menginformasikan kondisi cuaca tersebut berpotensi mengganggu aktifitas penerbangan menuju Sumsel.

“Kita imbau agar masyarakat untuk berhati-hati dengan menghindari jadwal penerbangan menuju Sumsel (landing) pada pagi hari (pukul 21.00 sampai 07.00 WIB) beberapa hari ke depan (3-5 hari),” ujar Kepala Seksi Observasi dan Informasi Sta. Met. Kelas II SMB II, Bambang Beni Setiadji di Palembang, Senin (22/7).

Bukan itu saja, pihaknya juga mengimbau masyarakat yang menggunakan moda transportasi darat ataupun sungai untuk tetap berhati-hati. Ini tak terlepas dari intensitas curah hujan yang tinggi beberapa waktu terakhir, sehingga membuat jarak pandang terganggu terutama saat pagi hari.

Dia menjelaskan, seiring usainya badai tropis danas di laut Cina Selatan mengakibatkan melambatnya massa udara Muson Australia yang mengalami belokan di wilayah Sumatera Selatan, bahkan dengan adanya pusaran Eddy di Selat Karimata menyebabkan pertemuan massa udara (konvergensi) yang banyak mengandung uap air karena melalui Samudera Hindia dan laut Jawa dan mengarah ke pusaran itu.

Baca Juga  139 Hotspot Terdeteksi di Sumatera, di Riau Tinggal 5 Titik

“Karena itu, kondisi seperti ini menyebabkan terjadinya hujan yang berpotensi berlangsung hingga 1 sampai 3 hari di wilayah Sumsel,” kata dia.

Ia menambahkan, berdasarkan Citra Radar Cuaca di Stasiun Meteorologi SMB II hujan hampir menyelimuti seluruh wilayah Sumsel terutama di wilayah Kabupaten Ogan Ilir, Ogan Komering Ilir (OKI), Banyuasin, dan Musi Banyuasin (Muba) yang sangat membantu memadamkan titik panas yang muncul di wilayah tersebut.

“Secara umum Sumsel masih dalam musim kemarau karena beberapa hari belakangan ada timbulnya beberapa titik panas akibat kebakaran lahan gambut di wilayah Sumsel,” katanya.

“Hujan yang terjadi juga dapat dapat menyebabkan minimnya jarak pandang karena konsentrasi hujan yang bercampur dengan asap,” kata dia lagi.

Menurut dia, apabila hujan baru saja usai akan menyebabkan adanya awan stratus di permukaan (kabut) dan apabila bercampur dengan asap akan menimbulkan kabut asap (Smog).

“Inilah kemudian pada hari-hari berikutnya setelah hujan apabila kondisi langit cerah pada malam harinya akan menyebabkan munculnya kabut radiasi pada pagi harinya. Fenomena ini sangat berdampak apabila terjadi pada dini hari menjelang pagi hari dan akan berangsur membaik menjelang siang hari,” tuturnya. (RAP)

Tags

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close