Berita Lokal PekanbaruNews

China Tetap Rajai Barang Impor di Indonesia

Oleh: Suandri Ansah

Metropekanbaru.com, JAKARTA – Badan Pusat Stasitik (BPS) mencatat nilai impor Indonesia pada Juli 2019 naik 34,96% mencapai US$15,51 miliar dibanding Juni. Namun, jika dibandingkan Juli 2018, nilai impor Indonesia turun 15,21%.

Mengutip salinan publikasi BPS, peningkatan impor disebabkan oleh naiknya nilai impor migas dan nonmigas, masing-masing sebesar US$35,0 juta (2,04%) dan US$3.983,8 juta (40,72%).

Peningkatan impor migas dipicu oleh naiknya nilai impor minyak mentah sebesar US$77,9 juta (19,11%). Tapi, nilai impor hasil minyak dan gas mengalami penurunan masing-masing US$16,5 juta (1,52%) dan US$26,4 juta (12,14%).

Berdasarkan negara, China masih menjadi pemasok utama kebutuhan nonmigas di Indonesia dengan nilai US$24,73 miliar. Meskipun menurun secara nominal dibanding periode yang sama tahun lalu (US$24,83 miliar), namun secara volume mengalami kenaikan menjadi 29,08% dibanding tahun lalu sebsar 27,39%.

Pada posisi kedua dan ketiga ditempati Jepang US$9,09 miliar (10,69%), dan Thailand US$5,46 miliar (6,42%). Impor nonmigas dari ASEAN 19,48%, sementara dari Uni Eropa 8,47%. Impor nonmigas Juli 2019 mencapai US$13,77 miliar atau naik 40,72% dibanding Juni 2019.

Baca Juga  Layanan Internet di Papua Mulai Dibuka Kembali

Peningkatan impor nonmigas terbesar Juli 2019 dibanding Juni 2019 adalah golongan mesin/pesawat mekanik sebesar US$901,6 juta (52,22%), sedangkan penurunan terbesar adalah golongan aluminium sebesar US$122,0 juta (43,29%).

Selama Juli 2019, nilai impor seluruh golongan barang penggunaan ekonomi mengalami peningkatan jika dibandingkan Juni 2019. Barang konsumsi naik 42,15% (US$434,1 juta), demikian pula dengan bahan baku/penolong dan barang modal yang masing-masing mengalami peningkatan sebesar 29,01% (US$2.534,4 juta) dan 60,73%(US$1.050,3 juta). (*/Dry)

Tags

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close