Berita Lokal PekanbaruNews

Buron Pembakar Polsek Diminta Serahkan Diri Sebelum 10 Juni

Oleh : Jee Jaelani

Metropekanbaru.com, SURABAYA-Terduga pembakar Polsek Tambelangan, Sampang, Madura masih diburu. Tercatat ada 21 namaa yang menjadi Daftar Pencarian Orang (DPO).

Sebanyak 21 orang warga masuk dalam daftar pencarian orang ( DPO) Polda Jatim, terkait kasus pembakaran Polsek Tambelangan, Madura, beberapa waktu lalu.

Kemarin Kepolisian Daerah Jawa Timur mengumumkan 21 nama yang masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) atau buronan dalam kasus pembakaran Polsek  Tambelangan, Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur. Tiga di antara DPO tersebut, habaib.

Tiga oknum habib itu, antara lain Habib Zaki dari Desa Maluku Barat, Tambelangan, Sampang; S Muhammad Assegaf alias Habib Mamak dari Dusun Pak Baruh, Desa Barunggagah, Tambelangan, Sampang; dan SY Abdullah Assegaf alias Habib Abdullah dari Dusun Suko Desa Tambelangan, Sampang.

“Yang oknum habib tiga orang,” kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Jatim, Kombes  Pol Frans Barung Mangera, Senin, 2 Juni 2019.

Ke-21 DPO itu sebetulnya sudah disampaikan Kepala Polda Jatim Inspektur Jenderal Polisi Luki Hermawan pada Jumat, 31 Mei 2019. Luki meminta bantuan keluarga dan tokoh masyarakat untuk mengamankan mereka. Namun, hingga kini mereka belum juga menyerahkan diri.

Barung mengatakan, polisi memberi waktu kepada ke-21 DPO itu agar menyerahkan diri hingga 10 Juni 2019. Nama-nama mereka diumumkan agar siapa pun yang mengetahui keberadaan mereka membantu diserahkan ke polisi.

“Kapolda mengimbau nama-nama 21 orang yang sudah disampaikan di media ini agar segera menyerahkan diri,” ujarnya.

Berikut ini nama ke-21 DPO pembakaran Markas Polsek Tambelangan:

  1. Habib Zaki dari Desa Maluku Barat, Tambelangan, Sampang.
  2. Mohamad dari Desa Samaran, Tambelangan, Sampang
  3. H. Subah dari Desa Birem, Tambelangan, Sampang
  4. Maskur dari Dusun Blaluh, Desa Karanganyar, Tambelangan, Sampang
  5. Abdul Manab dari Dusun Sorak, Desa Maluku Barat, Tambelangan, Sampang
  6. S. Muhammad Assegaf alias Habib Mamak dari Dusun Pak Baruh, Desa Barunggagah, Tambelangan Sampang
  7. SY Abdullah Assegaf alias Habib Abdullah dari Dusun Suko Desa Tambelangan, Sampang
  8. Kyai Amin Humaidi
  9. Mahfud dari Desa Barunggagah, Tambelangan, Sampang
  10. Kholil dari Desa Tambelangan, Kecamatan Tambelangan, Sampang
  11. Mas’ud dari Desa Bireun, Tambelangan Sampang
  12. Mad Seleng, dari Desa Baloporoh, Tambelangan, Sampang
  13. Satiri warga Jalan Lonjukung, Desa Samaran, Tambelangan, Sampang
  14. Yusuf, warga Tambelangan Sampang
  15. Yanto alias Manto warga Dusun Duko Desa Samaran Kecamatan Tambelangan, Sampang
  16. Rokhim, Desa Lonjukung, Kecamatan Tambelangan, Sampang
  17. Sahram warga Kecamatan Kokop, Sampang
  18. Mamas warga Samaran, Tambelangan, Sampang
  19. Tebbur
  20. Hoiron warga Dusun Lonjukung, Desa Samaran Tambelangan Sampang
  21. Yono

Polda sudah menangkap sepuluh orang dalam kasus itu. Enam orang sudah ditetapkan sebagai tersangka, empat lainnya masih berstatus saksi. Mereka secara tiba-tiba membakar kantor Polsek Tambelangan pada Rabu lalu, 22 Mei 2019, gara-gara terhasut isu ulama Madura ditangkap saat aksi 22 Mei di Jakarta. (sug)

Tags

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close