Berita Lokal PekanbaruKhazanah

Budaya Pesugihan Kembang Sore Dipresentasikan di Belanda

Oleh: Tom Lazuardi

Metropekanbaru.com, SURABAYA – Diah Ariani Arimbi SS MA PhD terbang ke Leiden, Belanda. Dekan Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Airlangga (Unair) itu mengikuti ‘International Convention of Asia Scholars’ (ICAS) ke-11 pada 15-20 Juli 2019. Di Leiden, ia presentasi soal budaya pesugihan Tulungagung.

Forum ICAS ke-11 itu lebih menekankan diskusi panel meja bundar, pidato utama, pameran kerajinan, festival film dokumenter, dan pameran buku studi Asia. Melalui kegiatan ini, ICAS mempertemukan para cendekiawan Asia dan budayawan dari seluruh dunia berinteraksi secara langsung.

Peserta yang hadir 1.750 orang. Jumlah itu meliputi ahli di berbagai disiplin ilmu. Sosial-Humaniora menjadi fokus tema ICAS ke-11. Topiknya antara lain memikirkan kembali pendidikan, transformasi agama, postkolonial, demokrasi, neoliberalisme, hingga sejarah intelektual.

Diah mempresentasikan materi pesugihan kembang sore. “Keikutsertaan saya yang ketiga ini untuk membahas budaya lokal yaitu pesugihan di Tulungagung,” ungkapnya.

Topik itu hasil penelitian bersama dua dosen Bahasa dan Sastra Inggris, namun Diah menyampaikan presentasi mandiri di ICAS. Hasil presentasinya itu akan termuat dalam jurnal ilmiah terakreditasi untuk menaikkan peringkat UNAIR di World Class University (WCU).

Baca Juga  Jokowi : Eksekutif Harus Efisien, Jangan Sering ke Luar Negeri

Karya Diah berjudul ‘Reading Contemporary Indonesian Muslim Women Writers’ merupakan hasil presentasi di ICAS 2009 yang dibukukan Amsterdam University Press, kemudian diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia dan diterbitkan Airlangga University Press tahun 2018. (Lin)

Tags

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close