Berita Lokal PekanbaruNews

BMKG: Terjadi Kekaburan Udara di Riau Akibat Kabut

Oleh: Bayu Derriansyah

Metropekanbaru.com, PEKANBARU – Kabut masih menyelimuti sejumlah wilayah di Provinsi Riau. Namun kabut ubah terjadi saat ini, menurun pantauan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) bukan merupakan kabut asap, melainkan kabut akibat polisi udara dan embun.

Staf Analis BMKG Stasiun Pekanbaru menyebutkan bahwa kabut ini hanya terjadi pada pagi hari. Sedangkan pada siang hari kabut akan menghilang.

“Pagi hari terdapat penurunan Visability atau jarak pandang akibat kekaburan udara yang disebabkan oleh haze dan kabut,” ungkapnya, Kamis (3/10/2019).

Jarak pandang akibat kekaburan udara yang disebabkan oleh kabut ini juga berpengaruh terhadap jarak pandang. Jika pada normalnya jarak pandang berkisar di atas 5 km, pagi ini terpantau jarak pandang hanya sejauh 3 sampai 5 km.

“Dari empat wilayah terpantau pagi ini terdapat kekaburan udara. Seperti di wilayah Kota Pekanbaru, Kota Dumai, Kabupaten Pelalawan dan Indragiri Hulu,” katanya.

Berdasarkan pantauan BMKG, jarak pandang di wilayah kota Pekanbaru pagi ini terpantau sejauh 3 km. dan wilayah Kota Dumai terpantau jarak pandang sejauh 4 km. Hujan di wilayah kabupaten Pelalawan dan Indragiri Hulu, jarak pandang terpental sejauh 5 km.

Sementara untuk pantauan titik panas (hotspot), pagi ini terpantau ada 50 titik panas yang tersebar di 5 provinsi di Pulau Sumatera. Monster banyak masih terpantau di Provinsi Sumatera Selatan dengan jumlah 27 titik panas.

Titik panas lainnya berada di Provinsi Jambi yang berjumlah 12 titik, kemudian di provinsi Lampung 8 titik dan di Provinsi Sumatera Barat 1 titik. sementara di provinsi Riau terpantau terdapat dua titik panas yakni berada di kabupaten Bengkalis dan Kuantan Singingi.

Kedua titik panas yang terdapat di Provinsi Riau, berada pada tingkat kepercayaan 63 dan 54 persen. Juga belum dinyatakan sebagai tipe api. bayu/jss

Tags

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close