InternasionalNews

Biar Tidak Nyontek, Sekolah di India Suruh Siswanya Pakai Kardus di Kepala

Oleh: Eko p

Metropekanbaru.com, India – Pengelola sebuah sekolah di India meminta maaf setelah muncul sejumlah foto viral di media sosial memperlihatkan murid-murid memakai kardus di kepala saat ujian. Foto-foto tersebut diabadikan saat ujian kimia di sekolah pra-universitas Bhagat di Haveri, Negara Bagian Karnataka, tujuannya agar siswa tidak mencontek.

Tampak dalam rangkaian foto, murid-murid memakai kardus yang dipotong pada bagian depan agar mereka tidak mencontek kiri dan kanan. Seorang pengelola sekolah telah merilis pernyataan minta maaf kepada publik dan para pejabat pemerintah daerah setempat atas insiden itu.

“Saya menyesal menggunakan teknik antimencontek tersebut,” ujar MB Satish, pengelola sekolah, seperti dikutip BBC Hindi, Senin(21/10).

Menurutnya, sekolah menerapkan langkah itu sebagai “eksperimen” setelah mendengar bahwa teknik serupa digunakan di tempat lain. Pengelola sekolah mendengar metode itu dipakai di Mumbai.

Dia berkeras metode itu dipakai dengan seizin para murid. Bahkan, mereka membawa kardus masing-masing.

“Tidak ada paksaan apapun. Anda bisa melihat pada foto, sebagian murid tidak memakainya,” kata MB Satish.

“Beberapa yang memakainya, melepasnya setelah 15 menit, ada yang setelah 20 menit. Kami sendiri meminta mereka melepasnya setelah satu jam,” tambahnya.

Pejabat pemda dilaporkan langsung menuju ke sekolah begitu melihat foto-foto itu.

SC Peerjade, deputi direktur Dewan Pendidikan Pra-Universitas, menyebut praktik itu “tidak manusiawi”.

“Ketika saya mendapat pesan soal ini, saya langsung ke sekolah dan memerintahkan pengelola menghentikan praktik itu,” katanya sebagaimana dikutip surat kabar Times of India.

“Saya juga mengeluarkan pemberitahuan kepada pengelola sekolah dan kini mempertimbangkan tindakan disiplin terhadap mereka yang menerapkan hal ini.”

Para pejabat sekolah mengaku telah menghentikan penggunaan kardus saat ujian dan bekerja sama dengan perintah dewan sekolah. (EP/BBC)

Tags

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close