Berita Lokal PekanbaruEkonomi Kreatif

BI Beri Wakaf Tunai Pemprov Riau Rp 20 Juta

Oleh : Azhar Saputra |

Bank Indonesia Perwakilan Riau beri wakaf tunai. Jumlahnya Rp 20 juta. Uang itu diterima Syamsuar Gubernur terpilih, tapi untuk apa itu?

Metropekanbaru.com, PEKANBARU –Ada pesan moral yang ingin disampaikan lembaga ini. Jika wakaf itu dilakukan banyak orang, maka tercipta kemandirian ekonomi syariah, untuk pembangunan segala sektor.

Pesan itu diwujutkan secara nyata oleh Bank Indonesia Perwakilan Riau. Mereka memberikan wakaf tunai kepada Pemerintah Provinsi Riau pagi tadi. Diberikan langsung kepada Gubernur Riau terpilih 2019-2024, Syamsuar-Edy Natar Nasution, dan uang wakaf tunai itu langsung diterima Syamsuar.

Kepala Bank Indonesia Perwakilan Riau, Siti Astiyah mengatakan, uang tunai yang berjumlah Rp 20 juta yang diwakafkan itu dihasilkan  individu karyawan mereka. Bukan hasil dari tempat bekerja mereka.

“Kita ini kan ada 50 orang pegawai BI di Riau. kita patungan masing-masing, terkumpul uang yang tidak seberapa ini. Sekarang kami berikan kepada pemerintah Provinsi Riau dalam bentuk wakaf tunai,” katanya di kantornya, Selasa, 22 Januari 2019.

Dia berharap langkahnya ini diikuti yang l;ain. Pegawai yang bekerja di sebuah Kementerian atau Lembaga (K/) di Provinsi Riau jmengikuti jejaknya, melakukan langkah kecil ini.

“Sebab jika itu terjadi, maka ekonomi daerah akan dapat terangkat tanpa perlu bantuan dan campur tangan dari pihak lain. Wakaf itu bisa digunakan untuk pembangunan,” katanya.

Dia mencontohkan, di Riau penduduiknya banyak. Jika tiap 1 juta orang mewakafkan Rp 20 ribu, maka akan terkumpul Rp 20 miliar.

“Dan ini bisa dibelikan  kebun sawit, dibuat plasma. Nanti dananya untuk membantu rakyat miskin. Apalagi jika jumlahnya lebih besar. Disini kan banyak perusahaan besar, sehingga bisa digunakan sebagai instrumen juga, “imbuhnya.

Menurutnya, wakaf tunai ini merupakan salah satu bentuk pengembangan ekonomi syariah di Riau, selain ada zakat. Untuk pengembangan sektor ini, Riau bisa dijadikan sebagai percontohan bagi wilayah lainnya di Indonesia. Untuk itu, melalui Gubernur terpilih, Siti berharap potensi ini dapat dikembangkan selama menjabat dalam lima tahun ke depan.

“Ke depan ini bisa dijadikan sebagai economi solution. Zakat dan wakaf. Untuk wakaf, peraturan dari Kementerian Keuangan sudah ada. Kami pikir Riau bisa dijadikan pilot project. Keunggulannya dapat dinikmati oleh banyak pihak, termasuk untuk peningkatan ekonomi,” ujarnya. (JSS)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close