KhazanahNews

Berkata yang Baik, Atau Diam

Oleh: H. Mohammad

Metropekanbaru.com, Jakarta – Islam itu rahmat bagi alam semesta. Kehadiran seorang muslim sejatinya akan memberi manfaat pada orang lain dan lingkungannya. Oleh sebab itu, seorang muslim tidak akan membuat rusak lingkungannya. Juga tidak membuat celaka sesamanya. Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda, “Seorang muslim adalah seseorang yang orang muslim lainnya selamat dari gangguan lisan dan tangannya.” (HR. Imam Bukhari)

Pensyarah hadits-hadits Imam Bukhari, Syekh Ibnu Hajar Al-Asqalani menjelaskan, “Hadits tersebut bersifat umum bila dinisbatkan kepada lisan. Hal itu karena lisan memungkinkan berbicara tentang apa yang telah lalu, yang sedang terjadi sekarang dan juga yang akan terjadi saat mendatang. Berbeda dengan tangan. Pengaruh tangan tidak seluas pengaruh lisan. Walaupun begitu, tangan bisa juga mempunyai pengaruh yang luas sebagaimana lisan, yaitu melalui tulisan. Dan pengaruh tulisan juga tidak kalah hebatnya dengan pengaruh lisan.”

Berbicara yang tidak baik itu, di antaranya adalah mengolok-ngolok, yang membuat yang disasar sakit hatinya. Dalam hal ini Allah Subhanahu wa Ta’ala dengan tegas melarangnya. Dalam Al-Quran surah Al-Hujurat ayat 11, Allah berfirman:

“Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah suatu kaum mengolok-olok kaum yang lain, (karena) boleh jadi mereka (yang diperolok-olokkan) lebih baik dari mereka (yang mengolok-olok), dan jangan pula perempuan-perempuan (mengolok-olokkan) perempuan lain, (karena) boleh jadi perempuan (yang diperolok-olokkan) lebih baik dari perempuan (yang mengolok-olok). Janganlah kamu saling mencela satu sama lain, dan janganlah saling memanggil dengan gelar-gelar yang buruk. Seburuk-buruk panggilan adalah (panggilan) yang buruk (fasik) setelah beriman. Dan barangsiapa tidak bertobat, maka mereka itulah orang-orang yang zalim.”

Oleh sebab itu, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam memberi arahan ketika kita hendak berbicara. Abu Hurairah menarasikan, “Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaknya dia berkata yang baik atau diam.” (HR. Imam Bukhari dan Muslim)

Ya, berbicaralah yang baik. Jika tidak bisa berbicara yang baik, maka diamlah. Karena jika tidak bisa berbicara dengan baik dan tidak mau diam, maka itu akan merusak tatanan sosial yang punya efek sangat panjang. Berfikir sebelum berucap sangat dipujikan. (HMJ)

Tags

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close