Berita Lokal PekanbaruNews

Bentrok Dua Desa, Rumah Dibakar, 1 Tewas dan 3 Warga Terluka

Oleh: Azhar A Pawennay

Metropekanbaru.com, ADONARA-Bentrok antarwarga terjadi di Adonara. Akibat itu rumah-rumah terbakar, satu tewas, dan tiga orang luka-luka.

Bentrok antarwarga perlu jadi perhatian. Setelah lama tak terdengar, bentrokan massa kembali terjadi. Setelah kerusahan pemuda dua desa di Buton, bentrok antarwarga juga pecah di Pulau Adonara, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Warga Desa Wewit dan Nubalema-2 di Kecamatan Adonara Tengah bentrok, Rabu, (5/6) malam. Satu orang dilaporkan meninggal dunia, dan tiga lainnya mengalami luka-luka. Selain itu, lima rumah warga dibakar.

Wakil Bupati Flores Timur, Agus Payong Boli mengakui adanya bentrok antarwarga dua desa di Adonara bagian tengah itu yang menimbulkan korban jiwa. “Betul, ada bentrok antarwarga pada Rabu, (5/6) malam di Pulau Adonara. Ada empat warga yang luka-luka dan dilarikan ke rumah sakit di Larantuka, tetapi satu orang tidak bisa tertolong dan meninggal dunia,” kata Agus Boli, sebagaimana dilansir Antara, Jumat (7/6/2019)

Selain korban jiwa, sekitar lima rumah warga juga ikut dibakar, tetapi bangunan tidak terbakar seluruhnya karena masyarakat berhasil memadamkan kobaran api.

Dia mengatakan, bentrok itu dipicu oleh pemuda mabuk yang melontarkan ancaman kepada warga desa tetangga, yang kemudian menyulut perkelahaian antarwarga Desa Wewit dan Nubalema 2.

Menurut dia, tidak ada motif lain. Peristiwa tersebut semata-mata dipicu oleh pemuda yang sedang mabuk mengancam pemuda di desa tetangga sehingga terjadi perkelahian.

“Klaim kampung memang biasa terjadi di Pulau Adonara. Jadi semua warga kampung lain mudah terlibat dalam suatu konflik, tetapi biarkan aparat kepolisian yang menanganinya,” katanya.

Dia menjelaskan, solidaritas warga Adonara sangat tinggi, apalagi menghadapi ancaman dari luar kampung atau wilayah, walaupun sikap tersebut menurut berbagai kalangan tidak tepat.

Saat ini, Kapolres dan Dandim Flores Timur sedang berada di lapangan untuk menenangkan situasi.(Aza/Ant)

Tags

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close