Berita Lokal PekanbaruNews

Bejat! Ayah Setubuhi Anak Kandung Selama 2 Tahun, Baru Terbongkar Setelah Hamil

Oleh: Hamdan Tambunan

Metropekanbaru.com, INDRAGIRI HULU – RA (49) warga Kecamatan Peranap, Kabupaten Indragiri Hulu, Riau diduga melakukan persetubuhan kepada anak kandung perempuannya yang berusia 16 tahun. Atas perangainya, ia diringkus Tim Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Inhu pada Kamis (7/11).

Kasus ini menguap pada saat ibu korban, ESN (44) mendapat laporan dari guru tempat Mawar (korban) sekolah bahwa anaknya telah hamil sejak tanggal 30 Oktober 2019 lalu. Dengan hati yang sedih mendengar kabar itu, ESN langsung menanyakan siapa yang menghamili korban?

Mawar (korban) menjawab pada saat ditanya oleh ibunya sembari menangis terisak-isak mengatakan jika pelakunya adalah ayah kandungnya sendiri. Sontak seketika ESN (ibu) tak percaya atas ucapan sang anaknya. Lalu ia (ibunya) mengulangi kembali pertanyaan yang serupa dan korban tetap berkata bahwa ayah kandungnya lah yang melakukan itu.

Kapolres Inhu, AKBP Efrizal, S.IK melalui PS Paur Humas, Aipda Misran pada Jumat (8/11) membenarkan telah diamankan seorang pelaku persetubuhan anak bawah umur oleh Tim kita yang dipimpin Kanit PPA Polres Inhu, Aiptu Khairul Umam, ucapnya.

Sebelumnya, anggota di Polsek Peranap menerima laporan pada Kamis (7/11) dari ESN wanita tua yang mendatangi Kantor polisi dengan aduan atas perbuatan bejat suaminya.

” Dengan laporan itu, anggota yang bertugas berkoordinasi dengan Satreskrim Polres Inhu untuk menanggapi laporan yang masuk. Dan pada akhirnya, sebanyak 4 orang personel PPA langsung turun kelapangan guna melakukan penyelidikan,” tambahnya.

Tak membutuhkan waktu cukup lama. Dikatakan Misran, anggota PPA berhasil meringkus tersangka di Peranap. Kemudian tersangka dibawa ke Mapolres Inhu untuk proses selanjutnya.

Dari hasil interogasi yang dilakukan penyidik. tersangka mengakui perbuatan bejatnya itu. Bahkan dari keterangannya berhubungan badan sudah terjalin sejak
korban duduk dibangku kelas 2 SMP atau ketika korban berusia 14 tahun.

” Diduga tersangka tidak puas dengan pelayanan istri pada saat di ranjang. Oleh karena itu tersangka tega melakukannya karena tergiur dengan kemolekan tubuh korban,” terangnya saat diinterogasi penyidik.

Sisi lain, dari hasil keterangan Mawar (korban) mengaku jika ia diancam tersangka apabila tidak menuruti hawa nafsu bejat ayah kandungnya dan korban diminta tidak menceritakan pada siapapun semua hal buruk yang dialami korban. (dan)

Tags

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close