Berita Lokal PekanbaruFeature

Bayi Kembar Tiga Ini Ikut Masuk Penjara, Warga Bersimpati

BIREUEN-Publik tergugah. Itu setelah mendengar kabar bayi kembar tiga berusia tiga bulan lima hari ini terkurung bersama ibunya di dalam Rutan Bireuen. Mereka simpati dengan kejadian itu.

Bayi kembar tiga itu terseret ke bilik penjara, akibat perkara penipuan yang dilakukan ibunya, Magfirah (27) warga Desa Beringin, Peureulak Barat Aceh Timur dalam kasus calo CPNS 2015.

Ibunya dilaporkan dan dijebloskan ke sel tahanan. Itu sejak lima hari setelah melahirkan bayi kembar tiga itu.

Tiga bayi kembar yang berusia tiga bulan lima hari itu terpaksa dibawa serta ke penjara, karena masih menyusui.

Pasca mencuatnya kabar bayi mendekam dalam penjara, telah menggugah naluri kemanusiaan banyak pihak

“Saya berharap, bisa mendapat tempat penahanan yang lebih baik, seperti saat di tahanan polisi selama 56 hari. Supaya bayi-bayi ini dapat saya rawat dengan baik,” ujar Magfirah.

Dia mengaku bersyukur, karena sekarang sudah ada orang-orang yang datang, dan menjenguk mereka di penjara. Meskipun, dia bukan warga Bireuen, tetapi sejak masalahnya diberitakan, dukungan moril dan bantuan bagi bayi mulai mengalir.

Baca Juga  Ganda Putri Della/Riski Satu-satunya Harapan Indonesia di Vietnam Terbuka

Menurutnya, sejak dilimpahkan ke jaksa dan kini sudah menjalani sidang perkara penipuan, dia terpaksa mengurus bayi kembarnya itu dalam rutan. Dia dipindahkan dari rumah aman Polres Bireuen, di kawasan Desa Geudong-geudong, Kecamatan Kota Juang.

Wanita ini harus berjuang menghidupi tiga buah hatinya itu dari balik jeruji besi dengan segala keterbatasan ekonomi.

“Sejak di sini (rutan-red) saya sudah dua kali dikunjungi dokter, alhamdulillah saat ini anak-anak saya masih terlihat sehat,” jelasnya. bahrul/rencongpost.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close