Berita Lokal PekanbaruNews

Awas, UU Ini Disahkan, Paksa Istri Hubungan Intim Masuk Bui Lho

Oleh: Anisa Tri K

Metropekanbaru.com, JAKARTA– RUU KUHP baru saja dirampungkan, dan akan segera disahkan oleh DPR RI. RUU ini membuat definisi tentang pemerkosaan. Dalam salah satu pasal disebutkan, tindak pidana pemerkosaan juga bisa dikenakan kepada hubungan resmi suami istri. Dalam RUU KUHP dijelaskan, jika marital rape adalah pemaksaan hubungan seksual dalam perkawinan (pelaku dan korban terikat perkawinan).

Ketua Komnas Perempuan, Azriana menjelaskan, jika sebagian besar kasus perkosaan dalam sebuah ikatan perkawinan, bentuknya adalah memaksa isteri melakukan hubungan seksual dengan cara-cara yang tidak disukai isteri, atau memaksa isteri melakukan hubungan seksual saat haid.

Adapun aturan hukum yg bisa digunakan untuk menjerat pelaku, adalah pasal 46 UU Penghapusan Kekerasan dalam Rumah Tangga (UU PKDRT), dengan ancaman hukuman paling lama 12 tahun penjara. “Tapi pasal 46 ini berupa delik aduan, artinya kalau korban tidak melaporkan, maka pelaku tidak bisa diproses secara hukum,” kata Azriana.

Jika dalam kasus marital rape mengakibatkan korban terluka secara fisik, segera pergi ke puskesmas atau rumah sakit terdekat, untuk membuat rekam medis. Atau, jika korban merasa terancam, bisa mendatangi lembaga layanan terdekat utk mendapatkan pendampingan, untuk membuat laporan kepada pihak kepolisian. (PS)

Baca Juga  Baru 23 Desa di Inhu yang Mendaftar jadi Peserta BPJS
Tags

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close