Berita Lokal PekanbaruInternasional

Mengenal Tradisi Cheng Beng  (3-Habis) : Bulan Larangan Membuka Usaha

Oleh : Djoko Su’ud Sukahar

Buah Nanas dan Rumput  Jepang adalah persembahan yang  ditanam  di atas pusara leluhur. Ini biasanya dilakukan oleh orang-orang yang mampu.

Metropekanbaru.com, PEKANBARU-Menurut Suhu Acai, menanam  Rumput Jepang dan nanas ini ada maknanya. Selain bentuk penghormatan kepada orang yang telah meninggal, tumbuhan ini juga melambangkan kejayaan

Disinilah peran keluarga yang masih hidup dalam bulan Cheng Beng dituntut  membersihkan dan merawat makam leluhurnya,  seperti makam kakek, orangtua, saudara.

Jika datang bulan Cheng Beng, Suhu Acai dan keluarga tak menunda-nunda untuk melaksanakan sembahyang kuburan. Baginya, ini keharusan, karena kegiatan ini  sudah  dilaksanakan nenek moyangnya sejak ribuan tahun.

Di Indonesia tradisi ritual Cheng Beng belum dikenal luas. Hanya sebagian masyarakat yang mengetahui dan mendengar kebudayaan Tionghoa ini.

Namun bagi dunia luar ritual ini sudah dikenal luas. Pada saat datang bulan Cheng Beng masyarakat Tionghoa yang merantau di berbagai belahan dunia akan mudik. Pulang kampung untuk  melaksanakan sembahyang kuburan.

Bahkan, mereka  sengaja memanfaatkan bulan ini untuk mengabdi pada leluhur. “Segala kegiatan bisnis dan usaha mereka tinggalkan di bulan Cheng Beng, karena ada keyakinan, di bulan Cheng Beng tidak baik membuka usaha baru dan mendirikan bangunan.  Secara lisan ini sudah menjadi larangan.

“Dengan demikian  sembahyang kuburan di bulan Cheng Beng benar-benar dijalankan, dan larangan-larangan ini dipercaya masyarakat Tionghoa,” jelas Suhu Acai.

Sebagai seorang Suhu yang berhasil menggolkan Imlek sebagai hari libur nasional, dirinya memiliki beban moral untuk mengembangkan tradisi Cheng Beng ini.

Sejak Gus Dur (KH Abdurrahman Wahid) menjabat presiden, kebebasan beribadah bagi mereka terbuka lebar. Telah turun Keppres Nomor 6/2000 tentang pencabutan Inpres Nomor 14 Tahun 1967 yang berisi larangan beribadat dengan cara Khonghucu secara terbuka. (Habis/irsa/jss)

Tags

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close