KhazanahNews

7 Anjuran Tentukan Nama Anak Menurut Islam

Oleh: Nurcholis

Metropekanbaru.com – Ada  pepatah kuno mengatakan,  “Apalah arti sebuah nama“. Jelas ini kalimat yang tidak bisa dirujuk, sebab sesungguhnya nama itu membawa keberkahan dan doa pada pemiliknya. Selain akan menjadi penanda dan pengenal, nama akan berdampak pada kepribadian pada anak-anak kita.

Salah satu contoh jika nama membawa keberkahan adalah nama-nama yang dipakah para ulama.  Hujjatul Islam, Imam Ghazali yang juga dikenal pengarang kitab Ihya Ulumuddin bernama asli  Muhammad bin Muhammad bin Muhammad.

Dalam kitab Maraatibul Ijma para ulama sepakat bahwasanya memberi nama anak dalam Islam, baik kepada kepada laki-laki dan perempuan, adalah wajib.

Di bawah ini anjuran membuat nama-nama bayi sesuai sunnah dan disukai Rasulullah ﷺ.

  • Nama Abdullah atau Abdurrahman

Dalam Kitab Shahih  dari Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhu dari Nabi ﷺ bersabda;

إِنَّ أَحَبَّ أَسمَائِكُمْ إِلَى اللَّهِ عَبدُاللَّهِ وَ عَبدُ الرَّحْمَنِ

“Sesungguhnya nama yang paling dicintai Allah adalah Abdullah dan Abdurrahman.” (HR. Muslim no. 2132)

  • Nama-nama yang bersifat penghambaan diri dari nama Allah

Nama-nama  yang dianjurkan Islam adalah nama yang menunjukkan penghambaan diri terhadap salah satu dari nama-nama Allah ‘Azza wa Jalla. Misalnya Abdul Malik, Abdul Basyir, Abdul ‘Aziz, Abdullah (Hamba Allah) dan lain-lain.

Namun perlu diketahui di sini bahwa hadits, “Sebaik-baik nama adalah yang dimulai dengan kata “Abd (hamba)” dan yang bermakna dipuji” bukanlah hadits shahih bahkan tidak diketahui darimana asal-usulnya sebagaimana dijelaskan oleh para ulama.

  • Diambil dari Nama Nabi dan Rasul

Dari al-Mughirah bin Syu’bah radhiallahu ‘anhu dari nabi ﷺ bersabda, “Mereka dahulu suka memakai nama para nabi dan orang-orang shalih yang hidup sebelum mereka.” (HR. Muslim no. 2135)

Nabi ﷺ pernah menamakan anaknya dengan nama Ibrahim. Nama juga pernah memberikan kepada anak sulung Abu Musa  Abdullah bin Salaam dengan nama Yusuf.

  • Diambil dari Nama-nama Orang shalih

Memberi nama dengan nama orang-orang shalih di kalangan kaum muslimin terutama nama para sahabat Rasulullah ﷺ sangat dianjurkan.

Ada 11 nama-nama istri Rasulullah ﷺ , yang layak digunakan namanya;

  • Khadijah binti Khuwailid;
  • Saudah binti Zum’ah;
  • Aisyah binti Abu Bakar Ash Shidiq;
  • Hafshoh binti Umar bin Al Khaththab;
  • Zainab binti Khuzaimah;
  • Ummu Salamah Hindun binti Abu Umayyah;
  • Zainab binti Jahsy bin Rayyab;
  • Juwairiyyah binti Al Harits;
  • Ummu Habibah Romlah binti Abu Sufyan;
  • Shofiyah binti Huyai bin Akhthab;
  • Maimunah binti Al Harits.

 

  • Tidak Mengandung Pujian Diri Sendiri

Memilih nama yang mengandung sifat yang sesuai orangnya (namun dengan syarat nama tersebut tidak mengandung pujian untuk diri sendiri, tidak mengandung makna yang buruk atau mengandung makna celaan), seperti Harits (orang yang berusaha) dan Hammam (orang yang berkeinginan kuat).

Diriwayatkan oleh Abu Dawud dari Abu Wahb al-Jusyami bahwasannya Nabi ﷺ bersabda, “Pakailah nama para nabi, nama yang paling dicintai Allah adalah Abdullah dan Abdurrahman, yang paling benar adalah nama Harits dan Hammam dan yang paling jelek nama Harb dan Murrah.” (HR. Abu Daud dan An Nasai)

  • Pemberian Nasab kepada ayahnya (bukan kepada ibu atau suaminya)

Dari Abu Darda’ bahwa Rasulullah ﷺ bersabda:

إنكم تُدعون يوم القيامة بأسمائكم وأسماء آبائكم فأحسنوا أسماءكم

“Sesungguhnya kalian akan dipanggil pada hari kiamat dengan nama kalian dan nama bapak-bapak kalian. Maka baguskanlah nama-nama kalian.” (HR. Abu Dawud)

Ibnul Qayyim rahimahullah mengatakan,”Mengenai pemberian nama menjadi hak ayah itu tidak ada perselisihan di antara para ulama.

Di masyarakat kita sering melihat para wanita menyematkan nama suami di belakang namanya. Padahal yang benar adalah nama bapaknya.

ادْعُوهُمْ لِآَبَائِهِمْ هُوَ أَقْسَطُ عِنْدَ اللَّهِ

“Panggilah mereka dengan (memakai) nama bapak-bapak mereka.” (QS: Al Ahzab: 5).

  • Larangan memberi nama yang bersifat celaan dan bermakna buruk

Tidak nemberi nama anak dengan nama para setan, nama-nama orang dzalim atau nama yang bermakna buruk bagi lingkungan masyarakat. (CK)

Tags

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close