NasionalNews

385 Guru Mogok Mengajar, Ombudsman : Pemerintah Harus Tanggungjawab

Oleh : Achmad Syaiful |

Metropekanbaru.com, Jayapura – Kepala Ombudsman Perwakilan Provinsi Papua Iwanggin Sabar Olif meminta Pemerintah Kabupaten Mamberamo Raya menseriusi kondisi pendidikan di wilayahnya yang lumpuh. Total 98 sekolah di wilayah itu tidak berjalan akibat aksi mogok 385 guru sejak Juli.

“Pemerintah harus bertanggungjawab untuk mencerdaskan kehidupan masyarakat. Kabupaten pemekaran ini didirikan untuk memperpendek rentang kendali pelayanan publik, tetapi kenapa bisa 2 bulan anak didik tidak sekolah?,” kata Sabar kepada wartawan, Jumat (9/8).

Pemerintah Mamberamo Raya juga harus bersikap tegas serta tidak mempermainkan hak para guru di wilayahnya. Demikian pula pemberian sanksi terhadap guru yang tidak melaksanakan tugasnya dengan baik.

“Negara bayar guru untuk kepentingan masyarakat, kalau alasan pemerintah karena guru tidak ada yah harus diberikan sanksi tegas bagi mereka, supaya tidak ada yang main-main,” tegasnya.

Menurutnya, esensi sebuah negara dan pemerintah ada karena kemauan rakyat. “Pemerintah bertugas memberikan pelayanan kepada masyarakat, kalau tidak memberikan pelayanan yah saya pikir pemerintah yang gagal,” katanya.

Baca Juga  Musim Kemarau, Bantul Mulai Dilanda Kekeringan

Ombudsman Papua meminta Polda Papua segera mengusut persoalan ini agar tidak berlarut-larut. “Kalau memang ini terindikasi tindak pidana maka saya mohon kepada Polda Papua untuk seriusi persoalan ini,” ujarnya.

Sebelumnya, aktivitas pendidikan 98 sekolah di Kabupaten Mamberamo Raya lumpuh total sejak Juli lalu. Lumpuhnya belajar mengajar di sekolah tersebut dipicu aksi mogok mengajar ratusan guru yang menuntut pembayaran gaji. Total Rp 1,2 miliar gaji guru yang belum dibayarkan.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Mamberamo Raya, Benediktus Amoye menerangkan mogok kerja yang dilakukan pihak guru sangat berdampak buruk pada proses pendidikan. Mogok mengajar menyebabkan 76 Sekolah Dasar , 18 Sekolah Menengah Pertama dan 4 Sekolah Menengah Atas lumpuh total. (asi)

Tags

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close