Berita Lokal PekanbaruNusantara

Warga Tidak Merdeka, Jahit Merah Putih Sambut Kemerdekaan RI

OlehRizki Daniarto

Metropekanbaru.com, MALANG– Ada kesibukan tersendiri yang dilakukan Eka Diana dalam beberapa hari ini. Salah seorang warga binaan di Lembaga Pemasyarakatan (LP) Wanita Kelas II Sukun, Kota Malang, ini tampak serius menjahit kain berwarna merah dan putih.

Dia dan 19 rekannya tengah menyelesaikan tugas khusus karya jahitan berupa bendera Merah Putih sepanjang 120 meter. Nantinya bendera tersebut akan dipasang di gerbang dan halaman LP Wanita Sukun. Ini sebagai bentuk perayaan HUT RI ke-74.

Meski berada di dalam lapas, warga binaan ini tak ingin melewatkan euforia perayaan Hari Kemerdekaan seperti masyarakat pada umumnya. Eka sendiri ditahan lantaran kasus penyalahgunaan narkoba. Dia divonis dengan masa hukuman 12 tahun penjara.

“Kami memang sedang tidak merdeka karena berada di dalam lapas. Tapi kami juga ingin merayakan kemerdekaan dengan cara menjahit bendera ini,” tutur Eka di sela kegiatan menjahitnya.

Wanita 27 tahun ini mengaku bangga bisa turut berkontribusi merayakan Hari Kemerdekaan di dalam lapas. Bagi Eka, tak ada kesulitan yang berarti ketika menyelesaikan karya bendera sepanjang 120 meter ini.

Baca Juga  Sudah Tujuh Petugas Ambruk, KPU Inhu Tetap Semangat

“Kesulitan tidak ada, karena kami saling membantu dan kerja sama. Harapan saya di Hari Kemerdekaan tahun ini, Indonesia menjadi lebih baik lagi,” kata wanita asal Bandung ini, Selasa (6/8).

Kepala LP Wanita Sukun, Ika Yusanti, mengatakan, kegiatan menjahit bendera ini sengaja dilakukan untuk membangkitkan rasa nasionalisme warga binaan.

“Selain tumbuh nasionalisme juga meningkatkan semangat mereka untuk berkarya,” ungkap Ika.

Selain menjahit bendera, pihaknya juga menggelar kegiatan menghias lingkungan dan blok tahanan. Hal itu dilakukan sebagai rangkaian kegiatan merayakan peringatan Hari Kemerdekaan RI.

“Kami ingin mengajak warga binaan ikut merasakan euforia kemerdekaan, meski berada di kondisi yang terbatas karena di dalam tahanan. Jadi perayaan kemerdekaan tidak hanya dirasakan masyarakat di luar lapas,” ujar Ika.

Pelatihan menjahit ini, sambung Ika, sebenarnya merupakan salah satu kegiatan yang dilakukan warga binaan. Selain kursus menjahit, ada kegiatan lain seperti merajut, memasak, membuat kue, serta membuat kerajinan tangan lainnya. Dengan sejumlah pelatihan itu, diharapkan warga binaan bisa memiliki keterampilan lebih ketika mereka telah bebas dari lapas. (Riz)

Tags

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close