EkonomiNasionalNews

18 Produsen Biodiesel Kantongi Insentif Penyaluran B30

Oleh: Bantolo

Metropekanbaru.com, Jakarta – Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) bersama produsen Bahan Bakar Nabati (BBN) jenis biodiesel menandatangani Perjanjian Pembiayaan Pengadaan Bahan Bakar Nabati Jenis Biodiesel untuk Pencampuran dengan Bahan Bakar Minyak jenis Minyak Solar Periode Januari-Desember 2020 menjadi B30.

Perjanjian tersebut ditandatangani oleh Direktur Utama BPDPKS Dono Boestami dan perwakilan produsen BBN biodiesel. Perjanjian berisi mengenai pembiayaan insentif penyaluran biodiesel untuk seluruh sektor, sebagaimana yang telah dilaksanakan Pemerintah sejak 1 September 2018.

“Jika mulai 1 September 2018 penyaluran Biodiesel untuk seluruh sektor untuk program B20, untuk periode Januari–Desember 2020 ini untuk program B30,” kata Dono Boestami, Direktur Utama BPDPKS di Jakarta, Jumat (8/11).

Terdapat 18 (delapan belas) Badan Usaha (BU) BBN yang harus menandatangani perjanjian dengan BPDPKS. Jumlah ini didasarkan pada keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 199 K/20/MEM/2019 tentang Penetapan Badan Usaha Bahan Bakar Minyak dan Badan Usaha Bahan Bakar Nabati Jenis Biodiesel Serta Alokasi Besaran Volume untuk Pencampuran Bahan Bakar Minyak Jenis Minyak Solar Periode Januari-Desember 2020.

Besaran alokasi volume biodiesel untuk pengadaan 2020 sebesar 9,6 juta kilo liter. Sampai saat ini, total kapasitas terpasang produksi biodiesel dari 18 BU BBN jenis biodiesel yang melakukan perjanjian mencapai 11,62 juta kilo liter per tahun.

Jumlah ini diharapkan mampu memenuhi kebutuhan alokasi pengadaan biodiesel tahun 2020 dengan dukungan pembiayaan insentif biodiesel yang telah dianggarkan sebesar Rp4,2 triliun. Dari penyaluran biodiesel sebesar 9,6 juta kilo liter tersebut, diharapkan dapat menghemat devisa dari pengurangan impor minyak solar sebesar USD5,7 miliar dan penurunan emisi gas rumah kaca sebesar 20,3 juta ton CO2e.

Adapun Badan Usaha Bahan Bakar Minyak (BU BBM) yang melakukan pengadaan biodiesel untuk melakukan pencampuran dengan minyak solar dan mendapatkan alokasi biodiesel merupakan BU BBM yang memiliki kilang di dalam negeri dan melakukan impor solar. Dengan pengadaan ini diharapkan seluruh minyak solar yang beredar di dalam negeri sudah berupa campuran dengan biodiesel 30% (B30).

Sebagaimana dicanangkan Pemerintah, program penggunaan biodiesel di Indonesia ditujukan untuk meningkatkan penyerapan CPO, melakukan penghematan devisa, mengurangi impor BBM khususnya minyak solar, serta mendukung industri hilir sawit, sekaligus mendorong peningkatan ketahanan dan kemandirian energi. (*/Dry)

Tags

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close